Share

Profil Rasmus Paludan, Pimpinan Partai Politik yang Berkali-kali Bakar Alquran

Nadilla Syabriya, Okezone · Selasa 24 Januari 2023 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 18 2752095 profil-rasmus-paludan-pimpinan-partai-politik-yang-berkali-kali-bakar-alquran-T7vmO053Lc.JPG Politikus ekstrem kanan Denmark Rasmus Paludan membakar salinan kitab suci Alquran dalam demonstrasi di Stockholm, Swedia, 21 Januari 2023. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pimpinan partai politik sayap kanan Denmark Garis Keras, Rasmus Paludan telah mendapati kecaman internasional usai melakukan pembakaran Alquran di Swedia pada Sabtu (21/1/2023).

Mulanya aksi ini terjadi pada saat melakukan demonstrasi di depan kedutaan Turki di Stockholm yang dipimpin oleh Rasmus Paludan. Hal ini dilatarbelakangi atas protes Swedia terhadap Turki yang menolak negara Nordik itu bergabung dengan NATO.

Lantas, siapakah sosok dari Rasmus Paludan?

Rasmus Paludan adalah ekstremis sayap kanan dan politikus Denmark-Swedia yang memimpin partai sayap kanan Stram Kurs (Garis Keras) Denmark. Dia memiliki rekam jejak panjang terkait kebencian terhadap Islam dan imigrasi di Swedia

Paludan juga telah berulangkali dan tidak kapok melakukan aksi pembakaran Alquran, tidak hanya di Swedia, tetapi juga di negara lain.

Tahun lalu Paludan mengumumkan akan melakukan “tur pembakaran Alquran” selama bulan Ramadan di tempat-tempat di Swedia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. Pengumuman itu memicu kerusuhan di berbagai wilayah di Swedia.

Pada 2019, Paludan membakar Alquran yang dibungkus dengan daging babi dan akunnya diblokir selama sebulan oleh Facebook setelah memuat postingan yang mengaitkan kebijakan imigrasi dan kriminalitas.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Setahun kemudian, pada Oktober 2020 Paludan ditangkap di Jerman setelah mengumumkan akan melakukan demonstrasi menyerukan pelarangan Islam di Neukölln, Berlin yang memiliki populasi Muslim yang besar. Berselang sebulan, Paludan diusir dari Prancis setelah mengisyaratkan niatnya untuk melakukan aksi bakar Alquran di Paris.

Di tahun yang sama pula Paludan dilarang masuk ke Swedia selama dua tahun terkait aksi pembakaran Alquran di Malmo, Swedia.

Paludan juga sebelumnya pernah dipenjara selama sebulan di negara asalnya, Denmark, karena serangkaian pelanggaran termasuk memposting video anti-Islam di saluran media sosial partainya Stram Kurs.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini