Share

Usai Ragu-Ragu, Jerman Akhirnya Pasok 14 Tank Leopard 2 ke Ukraina dan Izinkan Negara Lain Lakukan Hal yang Sama

Susi Susanti, Okezone · Rabu 25 Januari 2023 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 18 2752416 usai-ragu-ragu-jerman-akhirnya-pasok-14-tank-leopard-2-ke-ukraina-dan-izinkan-negara-lain-lakukan-hal-yang-sama-SBp5bfowe4.jpg Jerman pasok tank leopord 2 ke Ukraina (Foto: Reuters)

JERMAN - Kanselir Jerman Olaf Scholz telah memutuskan untuk mengirim tank Leopard 2 ke Ukraina, dan mengizinkan negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Dikutip BBC, menurut laporan di Jerman, tank Leopard 2 dibuat di Jerman dan Berlin perlu menyetujui ekspornya.

Sebelumnya, diketahui Jerman ragu-ragu untuk mengirim tank miliknya sendiri - atau mengizinkan negara lain mengirim miliknya - karena khawatir hal itu dapat meningkatkan konflik dengan Rusia.

Sekarang, setelah tekanan internasional,Scholz telah memutuskan untuk mengirim setidaknya 14 tank Leopard 2.

BACA JUGA: Menlu Jerman Tegaskan Tidak Akan Blokir Ekspor Tank Leopard 2 dari Polandia ke Ukraina

Jumlah ini sama dengan Leopard yang ingin dikirim Polandia, dan jumlah yang sama dari tank Challenger 2 yang telah dijanjikan Inggris ke Ukraina.

BACA JUGA: Picu Perang yang Mengerikan, Sekutu Putin Peringatkan Pasokan Senjata ke Ukraina Sebabkan Malapetaka Dunia

Menurut International Institute for Strategic Studies, setidaknya 16 negara Eropa dan NATO memiliki tank Leopard 2.

Tidak semua akan mengirim tank ke Ukraina - tetapi keputusan nyata Scholz sekarang berarti mereka bisa mengirimkan tank jika mereka mau.

Berita tentang keputusan Scholz ini telah diberitakan oleh Der Spiegel di Jerman, mengutip sumber-sumber pemerintah, sebelum tampaknya dikonfirmasi di tempat lain.

Follow Berita Okezone di Google News

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Jerman. Menrut rencana, Kanselir akan berpidato di depan parlemen Jerman pada Rabu 25/1/2023) pagi waktu setempat.

Namun, Marie-Agnes Strack-Zimmermann dari partai liberal FDP, yang mengepalai komite pertahanan parlemen Jerman, menyambut baik laporan tersebut.

"Keputusan itu sulit, memakan waktu terlalu lama, tetapi pada akhirnya itu tidak dapat dihindari," katanya, menambahkan bahwa itu akan melegakan "orang-orang Ukraina yang babak belur dan pemberani".

Politisi senior Partai Hijau Katrin Göring-Eckardt, yang merupakan salah satu wakil presiden majelis rendah parlemen, Bundestag, merayakan langkah tersebut dengan men-tweet dalam bahasa Inggris. "Macan Tutul telah dibebaskan!,” cuitnya.

Negara-negara sekutu menjadi frustrasi atas apa yang mereka anggap sebagai keengganan Jerman untuk mengirim kendaraan lapis baja dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan kepada BBC pada Selasa (24/1/2023) pagi bahwa Jerman memiliki "tanggung jawab khusus" untuk mendukung Ukraina, setelah mengumpulkan "dana Rusia yang sangat besar" sebelum perang dengan membeli gasnya.

Dia juga menuduh Jerman "menunda, mengelak, bertindak dengan cara yang sulit dimengerti".

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius sebelumnya mengatakan bahwa Berlin telah memberikan lampu hijau kepada negara-negara lain untuk melatih Ukraina menggunakan tank Leopard 2, tetapi tidak berkomitmen untuk mengirim tank mereka sendiri.

Duta Besar Jerman untuk Inggris Miguel Berger mengatakan kepada BBC pada Selasa (24/1/2023) bahwa keputusan "tidak akan didorong oleh siklus berita".

Wall Street Journal melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) dapat mengirim sejumlah besar tank Abrams M1 ke Ukraina, dengan kemungkinan pengumuman minggu ini.

Sebelumnya, Kepala staf presiden Ukraina, Andriy Yermak, pada Selasa (24/1/2023) meminta negara-negara Barat untuk memberi Kyiv ratusan tank untuk membentuk "tinju penghancur" melawan Rusia.

"Tank adalah salah satu komponen bagi Ukraina untuk kembali ke perbatasan tahun 1991," tulisnya di Telegram setelah muncul laporan bahwa Jerman setuju untuk mengirim tank.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini