Share

Penambang Emas Ilegal di Sukabumi Siap-Siap Dipenjara 6 Tahun dan Denda Rp10 Miliar!

Dharmawan Hadi, MNC Portal · Rabu 25 Januari 2023 01:24 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 525 2752375 penambang-emas-ilegal-di-sukabumi-siap-siap-dipenjara-6-tahun-dan-denda-rp10-miliar-TrkkrWxtVE.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

SUKABUMI - Polda Jawa Barat (Jabar) mengancam para pelaku tambang emas ilegal di Kabupaten Sukabumi dengan hukuman 6 tahun kurungan penjara jika sengaja melakukan aktivitas tambang tanpa memiliki izin resmi dari pemerintah.

Panit Unit II Subdit IV Polda Jawa Barat, AKP Carles mengatakan, ancaman tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera kepada penambang emas ilegal yang masih melakukan aktivitasnya. Selain itu kegiatan tambang ilegal sering menjadi masalah di masyarakat terkait dengan persoalan lingkungan.

"Kalau di Kabupaten Sukabumi, memang sudah ada beberapa yang sudah dilakukan tindakan hukum oleh Polda Jawa Barat. Namun demikian, mayoritas persoalan ini ditangani langsung oleh Polres Sukabumi," ujar Carles kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (24/1/2023).

Sepanjang tahun 2022 kemarin, lanjut Carles, ada beberapa kasus yang dilaporkan terkait aktivitas tambang emas ilegal, yang salah satunya dari PT Kali Duren di wilayah Perkebunan Kecamatan Simpenan, yang saat ini perkaranya sudah naik menjadi penyidikan dan sedang ditangani oleh Polda Jawa Barat.

"Kini aktivitas pertambangannya, sudah tidak beroperasi atau sudah ditutup oleh petugas gabungan, karena mereka melakukan pertambangan tanpa izin dan itu dilarang sesuai dengan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 03 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara," ujar Carles.

Kasus tambang emas ilegal yang dikelola oleh masyarakat setempat itu, mulai diketahui setelah Polda Jawa Barat mendapatkan laporan secara resmi dari perusahaan perkebunan milik PT Kali Duren Kecamatan Simpenan, yang lahan perkebunan miliknya yang dijadikan sebagai tempat aktivitas pertambangan emas.

"Untuk itu, Polda Jawa Barat menghimbau agar semua pelaku atau pemilik usaha kegiatan pertambangan di Kabupaten Sukabumi dapat melakukan pengurusan izinnya sesuai dengan regulasi yang sudah ditentukan," ujar Carles menambahkan.

Lebih lanjut Carles mengatakan, jika kedapatan masih ada aktivitas penambangan emas tanpa mengantongi izin resmi, pelaku dapat dipidana 6 tahun kurungan penjara dengan denda sebesar sampai Rp10 miliar.

Sementara itu Kepala Dinas ESDM Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih membenarkan adanya beberapa pengusaha tambang emas yang berada di wilayah Kecamatan Simpenan yang melakukan aktivitas tambangnya tanpa memiliki izin pertambangan.

"Itu perkaranya sedang ditangani oleh Polda Jawa Barat dan sudah masuk pada tahap lidik di Polda Jawa Barat. Kita juga dari Dinas ESDM Jabar sudah dimintai keterangan ahli oleh Polda Jawa Barat untuk proses pemeriksaannya," ujar Ai.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Pada dasarnya, sambung Ai, pihaknya sangat mendukung penuh upaya Polda Jabar untuk menegakan hukum atas maraknya tambang emas ilegal yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Langkah tegas Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat bersama petugas gabungan dari Polres Sukabumi, Satpol PP dan Kodim 0622, dengan mentutup paksa aktivitas tambang tersebut pada Juli 2022 lalu.

"Jadi sudah saya tugaskan kepada cabang dinas untuk bisa memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan kepada Polda Jawa Barat terkait persoalan kasus tambang ilegal tersebut," ujar Ai.

Di lain pihak, Ketua DPC Asosiasi Pertambangan Indoneseia (APRI) Kabupaten Sukabumi, Dede Kusdinar mengatakan, sepanjang tahun 2022 terdapat 3 titik lokasi aktivitas tambang emas rakyat yang beroperasi di wilayah Kecamatan Simpenan diberhentikan sementara waktu karena terkendala perizinan.

"Tiga persoalan tambang emas itu memang sedang proses lidik dan kegiatan di lapangan itu sudah dihentikan pada tahun 2022. Tetapi mudah-mudahan ini bisa diselesaikan dengan restorative justice dan ini sedang diupayakan," ujar Dede.

Tiga lokasi tambang yang ditutup di wilayah Kecamatan Simpenan ini, ujar Dede, lokasinya berada di wilayah perhutani atau perkebunan milik PT Surangga dan PT Kali Duren Estate di wilayah Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan dan perkebunan PT Bojong Asih, Desa Cihaur Kecamatan Simpenan.

"Di wilayah itu, sebenarnya banyak tambangnya. Namun yang kami kelola dan ditutup itu hanya ada tiga sepanjang 2022 itu. Sementara untuk di tahun 2023, Alhamdulillah tidak ada yah. Jadi, dua tambang wilayah Desa Kertajaya perkebunan Kali Duren Estate dan Perkebunan Surangga, itu dihentikan dan perkaranya sekarang sedang diproses di Polda Jawa Barat. Sementara satu lagi, tambang di PT Bojong Asih itu ditangani di Polres Sukabumi," ujar Dede.

Untuk itu, Dede meminta kepada seluruh penambang untuk bisa proaktif menyampaikan harapan soal perizinan tambang emas ini kepada pemerintah dengan mengajukan proses perizinannya yang sesuai dengan peraturan dan perudang-undangan yang berlaku.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini