Share

Ikut Ibu Petik Rambutan, Bocah 3 Tahun Tewas Tercebur Sumur Sedalam 20 Meter

Adi Haryanto, Koran Sindo · Kamis 26 Januari 2023 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 26 525 2753151 ikut-ibu-petik-rambutan-bocah-3-tahun-tewas-tercebur-sumur-sedalam-20-meter-x5SbOyQtpx.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

BANDUNG BARAT - Bocah berusia tiga tahun terperosok dan tercebur ke sumur sedalam 20 meter. Peristiwa itu terjadi di Kampung Singapura RT 01/14 Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Nyawa korban bernama Muhammad Fatan Alfarizi itu pun tak tertolong. Ia sudah dalam kondisi meninggal saat dievakuasi petugas Damkar karena diduga kehabisan oksigen.

BACA JUGA:Warga Sukabumi Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan Telanjang di Sungai Cipelang 

Apalagi, di sumur tua yang sudah tidak digunakan itu masih ada air dengan ketinggian sekitar kurang lebih tiga meter.

"Kejadiannya kemarin sekitar pukul 15.30 WIB, pas berhasil dievakuasi petugas Damkar sekitar dua jam kemudian korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Sekretaris Desa Sumurbandung, Taufik saat dikonfirmasi, Rabu (25/1/2023).

Kejadian ini berawal saat korban bersama sang ibu sedang mengambil rambutan di sebuah pohon yang tidak jauh dari sumur tersebut. Ketika ibunya memetik rambutan korban tanpa diketahui berjalan ke arah sumur yang sudah tidak dipergunakan tersebut.

BACA JUGA:2 Mayat Pria Ditemukan di Sungai Pekalongan 

Sebenarnya sumur sudah ditutupi oleh kayu, namun disinyalir karena kayunya lapuk akhirnya saat korban berjalan di dekatnya langsung terperosok jatuh ke dalam sumur. Ibu korban yang melihat kejadian itu langsung berteriak meminta tolong sehingga ada seorang warga yang datang dan langsung mencoba melakukan pertolongan.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Upaya tersebut gagal dilakukan mengingat kondisi sumur yang sempit dan dalam. Sehingga pihak desa menelepon petugas Damkar KBB dan tidak lama tiba di lokasi.

Setelah berupaya keras selama kurang lebih dua jam, akhirnya bocah malang tersebut berhasil dievakuasi petugas. Namun, sayang nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

"Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah dan membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi. Malam harinya korban langsung dikuburkan oleh pihak keluarga," tuturnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, KBB, Siti Aminah Anshoriah didampingi Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Wisnu Astodewo mengatakan, menerjunkan lima personel ke lokasi dengan diback up Damkar dari Pos Cikalongwetan.

Saat melakukan penyelamatan anggotanya harus mengenakan tabung gas oksigen untuk membantu pernafasan di dalam sumur.

"Sumurnya cukup dalam dan dikhawatirkan minim oksigen atau ada gas beracun, jadi anggota kami yang turun mengevakuasi ke bawah sumur dilengkapi dengan alat pernafasan dan tabung oksigen," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini