Share

Kritik Keras Perjanjian Kapal Selam AUKUS, Mantan PM Australia: Kesepakatan Terburuk dalam Sejarah

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 16 Maret 2023 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2023 03 16 18 2782383 kritik-keras-perjanjian-kapal-selam-aukus-mantan-pm-australia-kesepakatan-terburuk-dalam-sejarah-jllpj0F8pS.jpg Mantan Perdana Menteri Australia Paul Keating. (Foto: ABC News)

CANBERRA - Mantan Perdana Menteri Australia Paul Keating mengecam keputusan pemerintah Negeri Kanguru karena mendukung perjanjian keamanan AUKUS dan pembelian kapal selam nuklir Amerika Serikat (AS). Keating mengatakan AUKUS tidak akan membantu melindungi keamanan Australia, dan menyeret negara itu dalam upaya AS mempertahankan hegemoninya terhadap China.

Dalam komentar panjangnya pekan ini, Keating, yang memimpin pemerintahan Australia pada 1990-an, menyebut AUKUS sebagai "keputusan internasional terburuk" dari pemerintah Partai Buruh Australia sejak wajib militer dalam Perang Dunia I.

Berbicara kepada wartawan dari National Press Club of Australia pada Rabu, (15/3/2023) Keating bahkan menambahkan bahwa AUKUS adalah “kesepakatan terburuk sepanjang sejarah (Australia).”

Sebagaimana dilaporkan, Perdana Menteri Anthony Albanese secara resmi mengonfirmasi kesepakatan antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) itu selama kunjungannya di pangkalan angkatan Laut Point Loma, California, AS.

Melalui kesepakatan AUKUS itu, Angkatan Laut Kerajaan Australia membeli hingga lima kapal selam serang dari AS dan mungkin membangun tiga lagi dengan bantuan Inggris. Kesepakatan itu diperkirakan menelan biaya AUD360 miliar (sekira Rp3,7 kuadriliun).

Follow Berita Okezone di Google News

Keating mengatakan bahwa dengan investasi sebesar itu Australia dapat membangun 40 hingga 50 kapal selam diesel-listrik kelas Collins buatan dalam negeri. Dia berpendapat bahwa armada kapal selam yang lebih besar akan jauh lebih baik dalam melindungi Australia dari kemungkinan invasi, yang akan membutuhkan “armada pasukan kapal” untuk mencapai pantai negara itu.

Di sisi lain, kata Keating, kapal selam nuklir Australia kemungkinan hanya akan dikirim ke pantai China untuk berpotensi ambil bagian dalam konflik AS-China.

“Ini cara yang aneh untuk mempertahankan Australia agar kapal selam Anda ditenggelamkan di landas kontinen China mengejar kapal selam China,” ujarnya, sebagaimana dilansir RT.

“Kami adalah bagian dari kebijakan penahanan (AS) terhadap China,” tambahnya. “Ini hanya tentang satu hal: pemeliharaan hegemoni strategis AS di Asia Tenggara.”

Keating juga menolak sebagai gagasan bahwa China merupakan ancaman militer bagi Australia sejak awal dan mengkritik jurnalis nasional yang memanas-manasi isu tersebut.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini