JAKARTA - Gubernur Maluku Murad Ismail dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPD PDIP Maluku. Hal itu dilakukan usai ia murka lantaran dikonfirmasi partai terkait kepindahan istrinya ke PAN.
Berikut fakta-fakta Murad Ismail dipecat PDIP usai dirinya marah-marah lantaran ditanyai soal istrinya.
BACA JUGA:
1. Murad murka
Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDIP Djarot Saeful Hidayat mengatakan, saat dikonfirmasi terkait kepindahan istrinya Murad langsung murka. Padahal, partai hanya ingin meminta keterangan terkait kepindahan istrinya ke PAN.
2. Murad menolak aturan partai
Djarot mengatakan, setelah kabar kepindahan partai istri Murad beredar, dia langsung ditugaskan bersama Ketua Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun dan Wasekjen Bidang Internal PDIP Utut Adianto untuk memanggil Murad.
BACA JUGA:
Murad yang juga mantan Kapolda Maluku ini pun langsung memenuhi panggilan dan hadir di Kantor DPP PDIP pada Jumat (5/5/2023) lalu.
“Begitu beliu (Murad) dipanggil, hadir, beliau marah-marah dengan emosi yang sangat tinggi, yang intinya itu menolak berbagai macam aturan partai,” kata Djarot di Kantor KPU, Kamis (11/5/2023).
3. Murad pukul meja
Djarot mencoba menjelaskan kepada Murad bahwa terdapat aturan partai Nomor 25 A yang pada salah satu pasalnya melarang suami istri untuk berbeda partai. Setelah ditunjukkan terkait aturan itu, Murad kembali marah-marah dengan memukul meja hingga akhirnya meninggalkan ruangan pertemuan.
“Beliau marah-marah sambil memukul meja, beliau tidak mau menerima penjelasan dari DPP partai, saya dan pak Komarudin malah beliau marah-marah. Setelah kita mau memberikan penjelasan tentang aturan ini pak Murad Ismail itu meninggalkan ruang pertemuan,” ungkapnya.
4. Langsung dicopot jabatannya di partai
Setelah peristiwa itu, Djarot langsung melaporkan kejadian ke rapat pleno DPP Partai. Pada kesempatan itu juga diputuskan bahwa Murad dicopot sebagai Ketua DPD PDIP Maluku.
Adapun bersamaan dengan itu juga, PDIP menunjuk Benhur Watubun sebagai Ketua DPD PDIP Maluku menggantikan Murad Ismail. Selanjutnya, Mercu Bareng juga diangkat sebagai Sekretaris DPD PDIP Maluku.
“Ini menunjukan bahwa kader partai dilarang untuk arogan, dilarang utk melakukan tindakan-tindakan yang kurang terpuji. Kalau melakukan itu pada kita seperti itu, bagaimana dia akan melakukan hal jauh yang lebih hebat kepada rakyatnya,” ungkap Djarot.
5. Pendisiplinan kader
Djarot pun menuturkan bahwa setiap kader harus disiplin dan mencontohkan kepemimpinan yang baik. Sanksi ini, sambungnya, peringatan kepada kader agar menunjukan satu karakter untuk melayani, untuk mengayomi, dan untuk bisa memberikan suri tauladan kepada masyarakatnya.
Oleh karena itu, bagi mereka yang mengabaikan nilai-nilai etika dan moral apalagi sebagai pelayan masyarakat dan juga kader partai perlu diberikan sanksi yang tegas dan PDIP Perjuangan.
"Sekali lagi prinsipnya adalah suami istri itu tidak boleh beda partai,“ tutup Djarot.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.