Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ganjar Pertimbangkan Perempuan Berkompetensi di Kabinet, Intip 10 Perempuan Berpengaruh di Dunia

Royandi Hutasoit , Jurnalis-Jum'at, 24 November 2023 |09:22 WIB
Ganjar Pertimbangkan Perempuan Berkompetensi di Kabinet, Intip 10 Perempuan Berpengaruh di Dunia
Ganjar - Mahfud (foto: dok MPI)
A
A
A

JAKARTA - Calon Presiden Ganjar Pranowo menyampaikan kesiapannya untuk mempertimbangkan sejumlah tokoh perempuan paling berpengaruh dalam proses pembentukan kabinet, apabila terpilih sebagai Presiden pada tahun 2024.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ganjar saat menghadiri Dialog Terbuka Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta pada Kamis (23/11/2023).

Ganjar menegaskan, bahwa dalam seleksi anggota kabinetnya, kompetensi akan menjadi prioritas utama dengan tujuan membentuk kabinet yang terfokus pada keahlian masing-masing anggota atau zaken kabinet.

"Dalam membentuk kabinet, kami pasti akan mempertimbangkan tokoh perempuan, namun yang terutama adalah zaken kabinet, yaitu sejauh mana keahlian yang dimiliki oleh calon anggota kabinet," ujar Ganjar di Jakarta, pada Kamis (23/11/2023).

Ganjar memberikan contoh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam Kabinet Indonesia Maju sebagai representasi perempuan yang ahli di bidangnya.

Peran perempuan diakui memiliki dampak penting tidak hanya dalam ranah politik, melainkan juga dalam sejarah peradaban manusia.

Dalam catatan sejarah dunia, sejumlah tokoh perempuan telah berperan besar dalam kemajuan ilmu pengetahuan, seperti sains, kedokteran, matematika, dan sastra.

Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa perempuan paling berpengaruh dalam perkembangan masyarakat bahkan beradaban selama ini. Berikut 10 Perempuan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah:

1. Marie Curie (1867-1934)

 

Perempuan paling berpengaruh pertama adalah sosok Ilmuwan Polandia yang menemukan Polonium dan Radium serta menciptakan istilah radioaktivitas. Marie Curie menjadi wanita pertama yang meraih Hadiah Nobel untuk penelitiannya tentang "Fenomena Radiasi" pada tahun 1903.

2. Sojourner Truth (1797-1883)

 

Abolisionis, penulis, dan pembela hak-hak perempuan kulit hitam yang dianggap sangat berpengaruh dalam sejarah Amerika. Sojourner Truth berhasil melarikan diri dari perbudakan dan memainkan peran penting dalam Pidato Konvensi Hak-hak Wanita di Ohio.

3. Maya Angelou (1928-2014)

 

Penyair, penyanyi, dan aktivis yang dikenal lewat bukunya, I Know Why The Caged Bird Sings, yang memberikan harapan kepada penyintas pelecehan dan menjadi buku nonfiksi terlaris pertama yang ditulis oleh wanita Afrika-Amerika.

 

4. Ruth Bader Ginsburg (1933-2020)

 

Aktivis hak-hak perempuan dan hakim perempuan kedua di Mahkamah Agung Amerika Serikat. Ruth Bader Ginsburg mendirikan Projek Hak Perempuan di ACLU, memberdayakan perempuan miskin dan imigran yang menghadapi bias gender.

 

5. Anne Frank (1929-1945)

 

Penulis buku harian yang menceritakan kehidupannya bersembunyi dari Nazi di Amsterdam. Tulisan dari Buku hariannya yang diberi judul "The Diary of a Young Girl," sudah terjual lebih dari 30 juta eksemplar sampai saat ini.

 

6. Jane Austen (1775-1817)

 

Penulis sastra terkenal dengan novel-novel seperti "Pride and Prejudice" dan "Sense and Sensibility" yang menggambarkan kehidupan orang biasa.

7. Ada Lovelace (1815-1852)

 

Matematikawan Inggris yang cerdas ini dianggap sebagai sosok programer pertama di dunia. Hingga saar ini setiap hari Selasa kedua dalam Oktober akan diperingati sebagai Hari ‘Ada Lovelace’ biasanya dirayakan oleh mereka yang terjung ke bidang tersebut.

 

8. Florence Nightingale (1820-1910)

 

 

Pendiri keperawatan modern yang merawat para korban luka selama Perang Krimea. Florence Nightingale dijuluki "Wanita dengan Pelita" dan mendirikan Nightingale School of Nursing di London.

9. Rosa Parks (1913-2005)

 

Katalisator Gerakan Hak Sipil yang menolak memberikan kursinya di bus Montgomery, Alabama. Tindakan ini memicu boikot bus dan protes hak sipil.

 

10. Greta Thunberg (2003-sekarang)

 

Aktivis lingkungan yang mendirikan Fridays for Future, gerakan kaum muda untuk menyuarakan kesadaran terhadap krisis iklim. Greta Thunberg berupaya memastikan generasi mendatang siap menghadapi tantangan iklim.

Demikianlah, itulah beberapa perempuan paling berpengaruh yang memegang peran kunci dalam sejarah dunia.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement