JAKARTA - Capres 2024 nomor urut tiga yang didukung oleh Partai Perindo, Ganjar Pranowo membeberkan upaya yang pernah dilakukannya di Jawa Tengah untuk mendorong UMKM naik kelas.
Ganjar mengatakan, ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM, mulai dari pengetahuan tentang produk, pengemasan hingga pemasaran. Selain itu, akses permodalan juga kerap kali jadi masalah untuk pelaku UMKM.
"Saya contohnya Bank Jateng setelah menurunkan (suku bunga KUR) itu. Kita buat skema-skema banyak," kata Ganjar dalam Dialog Apindo Capres 2024 di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin (11/12/2023).
Ganjar menyebutkan, pertama, dirinya menjalankan program Mitra Jateng 25. Program itu memberikan akses modal berupa pinjaman dengan nilai maksimal Rp 25 juta untuk UMKM.
Selanjutnya ada kredit khusus untuk perempuan. Besaran bunganya ditentukan sebesar 2% dalam satu tahun. Ganjar menyebut, modal kerja harian dari UMKM berkisar antara Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta.
Kemudian Ganjar meracik kembali dengan menggunakan formula pendampingan. Namun, menurutnya program pendampingan sering kali kurang diperhatikan secara serius.
"Pendampingan, ini seringkali tidak dilakukan, pemerintah itu, ini otokritik buat saya sendiri waktu jadi gubernur biar enggak ada yang tersinggung, bahwa ketika mereka melatih, sebagai ASN dia merasa selesai tugasnya. Maka output-nya sudah bisa dilaporkan sudah selesai," tuturnya.
Sayangnya outcome dari proses pelatihan tersebut memurut Ganjar todak pernah bisa dihitung, padahal Ganjar menilai hal tersebut sangatlah penting untuk membuktikan bahwa UMKM sudah naik kelas.
"Outcome-nya tak pernah bisa dihitung. Saya tagih, maka UMKM naik kelas itu mesti ditunjukkan," pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.