Melansir Al Jazeera, Israel mendirikan kedutaan de facto di Teheran dan kemudian pada tahun 1970, Iran dan Israel saling bertukar duta besar. Hubungan harmonis Iran-Israel membuahkan hasil yang baik seperti bertumbuhnya perdagangan kedua negara dan Iran menjadi pemasok minyak utama bagi Israel.
Hubungan Iran-Israel pasca revolusi 1979
Gerakan revolusi pada tahun 1979 yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini membawa Dinasti Shah pada kejatuhannya. Mulai dari sini, lahirlah Republik Islam Iran dengan pandangan dunia baru yang memperjuangkan Islam dan melawan kekuatan dunia yang arogan serta sekutu regional mereka, yang dapat menindas negara lain seperti warga Palestina demi kepentingan mereka sendiri. Perubahan yang signifikan ini menyebabkan munculnya sebutan “Setan Kecil” untuk Israel dan “Setan Besar” untuk AS.
Kedutaan Israel yang ada di Teheran kemudian diganti menjadi Kedutaan Palestina. Teheran juga memutuskan semua hubungan dengan Israel sehingga warga tidak bisa melakukan perjalanan ke Israel serta rute penerbangan dibatalkan. Khomeini juga mendeklarasikan Jumat terakhir bulan Ramadhan sebagai Hari Quds, dan sejak saat itu, demonstrasi besar-besaran diadakan di seluruh Iran untuk mendukung warga Palestina. Dalam bahasa Arab, Yerusalem disebut al-Quds
Keinginan Khomeini dalam membela Palestina bukan semata-mata karena pembingkaian masalah Palestina sebagai tujuan nasionalis Arab, melainkan sebagai tujuan Islam untuk memberikan Iran kemampuan memperjuangkan serta memimpin Palestina.