Menteri Luar Negeri Hossein Amir Abdollahian menambahkan, Operasi Janji Sejati telah menghadirkan definisi baru tentang keseimbangan kekuatan di kawasan Asia Barat. Menurut dia, aksi militer Iran mendefinisikan kembali keseimbangan kekuatan di kawasan Asia Barat dan sekali lagi menunjukkan kekuatan pencegahan Angkatan Bersenjata negara tersebut terhadap musuh bebuyutan Islam dan Iran.
Serangan Iran Dirancang untuk Gagal?
Behnam Ben Taleblu, peneliti senior di Foundation for Defense of Democracies seperti dikutip dari Politico mengatakan apa yang dilakukan Iran seperti mendobrak tabu yang terjadi di Timur Tengah, terkait posisi Israel. “Iran ingin mendobrak tabu dalam menargetkan wilayah Israel. Mereka sudah membuktikan bisa mendukung Hamas pada serangan 7 Oktober tanpa harus menanggung akibatnya. Situasi itu membuat Teheran tergoda melanjutkannya,” kata Taleblu dikutip Politico, Kamis (18/4/2024).
Iran memberi tanda tidak menginginkan perang habis-habisan, setelah menahan sekutu Hizbullah di utara Israel untuk melancarkan lebih dari sekedar serangan sporadis. Ali Vaez dari International Crisis Group menyebut Teheran sangat hati-hati dalam mengeluarkan persenjataan untuk menyerang Israel.
“Mereka bisa saja menggunakan proyektil dalam jumlah yang jauh lebih banyak, drone dan rudal yang disinkronkan dengan cara yang dapat memenuhi sistem pertahanan udara, dan bisa menembakkan rudal hipersonik baru mereka. Mereka (hanya) menginginkan sesuatu yang spektakuler namun tidak fatal,” pungkasnya.
(Maruf El Rumi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.