Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Gugur, Joe Biden: Hari Baik Bagi Israel

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Jum'at, 18 Oktober 2024 |07:13 WIB
Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Gugur, Joe Biden: Hari Baik Bagi Israel
Joe Biden (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Amerika Joe Biden menyebut gugurnya pemimpin Hamas Yahya Sinwar dalam serangan pasukan Israel adalah “hari baik bagi Israel, bagi Amerika Serikat, dan bagi dunia”.

Israel mengatakan Sinwar terbunuh pada hari Rabu 14 Oktober 2024 di Gaza, dan Presiden AS menyebutnya sebagai “kesempatan” untuk membebaskan sandera Israel yang ditahan oleh Hamas dan mengakhiri perang selama setahun di Gaza.

“Sekaranglah waktunya untuk melanjutkan. Bergerak menuju gencatan senjata di Gaza, pastikan kita bergerak ke arah yang mampu membuat segalanya menjadi lebih baik bagi seluruh dunia,” kata Biden dilansir Breakingnews.ie, Jumat (18/10/2024).

Para pejabat AS optimis gugurnya Yahya Sinwar akan memberi semangat baru pada perundingan gencatan senjata antara Israel dan Palestina. “Selama beberapa minggu terakhir, tidak ada negosiasi untuk mengakhiri perang karena Sinwar menolak untuk bernegosiasi,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller kepada wartawan.

“Kami sekarang melihat peluang dengan disingkirkannya dia dari medan perang, dicopot dari kepemimpinan Hamas, dan kami ingin memanfaatkan peluang itu.”

Biden berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengucapkan selamat atas misi yang membunuh Sinwar. Keduanya juga membahas “bagaimana menggunakan momen ini untuk memulangkan para sandera dan mengakhiri perang dengan terjaminnya keamanan Israel dan Hamas tidak akan lagi mampu mengendalikan Gaza,” demikian menurut ringkasan percakapan telepon di Gedung Putih.

Namun, Netanyahu mengatakan bahwa “perang kita belum berakhir”.

Selain mengupayakan pembebasan sandera, Netanyahu mengatakan Israel harus mempertahankan kendali jangka panjang atas Gaza untuk memastikan Hamas tidak mempersenjatai kembali. Sehingga membuka kemungkinan berlanjutnya pertempuran.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement