"Pendirian pangkalan Amerika di tanah Israel menunjukkan betapa tekadnya Washington untuk terlibat di Gaza dan konflik Israel-Palestina yang lebih luas," kata seorang pejabat Israel kepada surat kabar tersebut.
Saat ini, sekitar 200 personel militer AS ditempatkan di Pusat Koordinasi Sipil-Militer (CMCC) yang didukung AS di Kiryat Gat, Israel selatan, untuk memantau gencatan senjata.
Menurut pejabat Israel, pusat yang dipimpin AS tersebut diharapkan mengambil alih kendali penuh distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza, menggantikan mekanisme COGAT Israel.
Surat kabar itu tidak merinci lokasi pasti fasilitas yang direncanakan tersebut, tetapi mengatakan survei sedang dilakukan di situs-situs yang memungkinkan.
Perjanjian gencatan senjata Gaza mulai berlaku pada 10 Oktober, berdasarkan rencana 20 poin yang diajukan Presiden AS Donald Trump. ISF adalah komponen kunci dari proposal tersebut, dan akan terdiri dari negara-negara sukarelawan yang akan berupaya menstabilkan Gaza di tengah penarikan bertahap Israel.
Fase pertama kesepakatan gencatan senjata mencakup pembebasan sandera Israel sebagai imbalan bagi tahanan Palestina. Kesepakatan ini juga mencakup pembangunan kembali Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa Hamas.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, perang Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 69.000 korban dan melukai lebih dari 170.600 orang.
(Fetra Hariandja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.