Laporan tersebut mengutip contoh USS Gerald R. Ford terbaru milik Amerika, yang dibangun dengan biaya USD 13 miliar dan dikerahkan pada 2022. Terlepas dari teknologi baru, termasuk reaktor nuklir yang lebih canggih, kapal induk tersebut tidak akan mampu bertahan dari serangan China.
Ford, yang akan efektif jika dibandingkan dengan kekuatan yang lebih lemah seperti Venezuela, “sangat rentan terhadap bentuk serangan baru,” katanya.
Laporan tersebut juga mengambil contoh dari dunia nyata, karena perang di Ukraina melawan Rusia terus menguji persenjataan Barat di medan perang dan musuh-musuh Amerika mempelajari kekurangan serta kekuatan tersebut.
“Perang di Ukraina menunjukkan betapa rentannya tank,” katanya.
Penilaian tersebut juga memperingatkan bahwa AS tidak lagi memiliki kapasitas industri untuk memproduksi senjata dan amunisi dengan kecepatan serta skala yang dibutuhkan untuk konflik berkepanjangan dengan kekuatan besar.
Washington tertinggal dalam pengembangan senjata canggih secara cepat dibandingkan dengan Beijing dan Moskow karena “terlalu bergantung pada senjata yang mahal dan rentan,” katanya.