Diskusi menghadirkan akademisi dan praktisi lintas disiplin. Wuri Handoko dari BRIN menyoroti dimensi arkeologi sejarah sebagai fondasi memahami sistem pertahanan masa lampau. Saparuddin Barus dari Universitas Pertahanan RI mengulas sejarah militer dalam konteks pertahanan nasional modern.
Sementara itu, Ridwan, dosen Ilmu Politik dari Universitas Islam Internasional Indonesia, membedah buku dari sudut pandang politik global dan dinamika geopolitik kontemporer. Diskusi dipandu oleh Muhammad Farid, dosen Hubungan Internasional President University.
Kolaborasi lintas disiplin tersebut menegaskan bahwa defense heritage merupakan isu yang kompleks dan membutuhkan pembacaan komprehensif. Selain menjadi forum akademik, bedah buku ini juga menjadi ruang membangun jejaring intelektual sekaligus memperkuat wacana kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, warisan pertahanan diharapkan tidak berhenti sebagai arsip atau dokumen sejarah semata, tetapi berkembang menjadi sumber pembelajaran untuk memperkaya wawasan kebangsaan.
Momentum Ramadhan turut memberi nuansa tersendiri. Para pembicara, peserta, dan panitia menutup rangkaian kegiatan dengan berbuka puasa bersama usai diskusi berlangsung.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.