Serangan Houthi terhadap kapal-kapal akan mengganggu dua jalur ekspor minyak utama Timur Tengah dan menjerumuskan industri tersebut ke dalam kekacauan, kata para ahli.
“Jika pertempuran semakin intensif dan meluas ke infrastruktur ekspor dan pengiriman di Laut Merah, hal itu akan mengancam satu-satunya jalur alternatif utama untuk ekspor minyak dari kawasan tersebut,” kata Torbjorn Solvedt, analis utama Timur Tengah di perusahaan intelijen risiko Verisk Maplecroft, sebagaimana dilansir Reuters.
Ketegangan telah menyebabkan harga minyak mentah Brent tetap tinggi, mencapai lebih dari USD 84 per barel pada Kamis (16/7/2026), sekitar 22% lebih tinggi dari tahun lalu.
Harga rata-rata bensin di AS juga meroket menjadi USD 3,94 per galon, sekitar 10 sen lebih tinggi dari minggu lalu.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.