Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Sirene Bahaya hingga Wilayah Udara Ditutup

Awaludin , Jurnalis-Sabtu, 18 Juli 2026 |14:23 WIB
Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Sirene Bahaya hingga Wilayah Udara Ditutup
Rudal (foto: istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan, terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menggunakan kombinasi rudal serta drone.

Dilansir dari Aljazeera yang mengutip kantor berita Tasnim, Sabtu (18/7/2026). IRGC menyebut sasaran serangan meliputi dermaga pendukung bahan bakar Armada Laut AS di Pelabuhan Al-Ahmadi, Kuwait, serta lokasi berkumpulnya pesawat tempur Amerika Serikat di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain.

Selain itu, IRGC juga mengklaim telah menghancurkan pusat data intelijen Amerika Serikat di Bahrain yang dikenal sebagai Batelco, serta pusat sinyal dan telekomunikasi militer AS di Kuwait.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi independen maupun pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait klaim kerusakan yang disampaikan IRGC.

Di sisi lain, situasi keamanan di Kuwait dilaporkan semakin tegang. Sirene peringatan serangan udara kembali berbunyi untuk keempat kalinya ketika sistem pertahanan udara negara tersebut berupaya mencegat rudal dan drone yang masuk.

Militer Kuwait dalam pernyataan resminya menyebut sistem pertahanan udara sedang menghadapi serangan rudal dan pesawat nirawak yang dilancarkan dari Iran.

"Jika masyarakat mendengar suara ledakan, itu merupakan hasil intersepsi yang dilakukan sistem pertahanan udara terhadap serangan musuh," demikian pernyataan Staf Umum Angkatan Darat Kuwait.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement