JAKARTA - Pemerintah Iran menyatakan menangguhkan komitmennya terhadap Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Islamabad dengan Amerika Serikat. Keputusan itu diambil setelah Teheran menuding Washington melanggar seluruh komitmen dalam kesepakatan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan penangguhan dilakukan karena Amerika Serikat dinilai tidak lagi menjalankan kewajibannya dalam kerangka MoU.
"AS telah melanggar dan menangguhkan semua komitmennya dalam kerangka MoU Islamabad," ujar Gharibabadi, seperti dilansir dari Aljazeera, Sabtu (18/7/2026).
Menurut dia, Iran juga menghentikan pelaksanaan kewajibannya dalam perjanjian tersebut karena saat ini pemerintah tengah memprioritaskan upaya mempertahankan keamanan negara.
Sementara itu, Wakil Gubernur Khuzestan Bidang Keamanan, Valiollah Hayati, mengklaim Amerika Serikat telah melancarkan serangan terhadap sedikitnya 95 lokasi di Provinsi Khuzestan dalam 10 hari terakhir.
Hayati menyebut serangan tersebut mencakup 12 wilayah di provinsi yang berada di barat daya Iran. Berdasarkan laporan otoritas setempat, sedikitnya delapan warga sipil dilaporkan meninggal dunia.