NEW YORK - Para pakar hak asasi manusia PBB menyatakan bahwa ada dasar yang kuat untuk meyakini bahwa Amerika Serikat (AS) melakukan kejahatan perang dalam dua serangan di Iran yang menewaskan setidaknya 177 warga sipil.
Sebuah laporan baru dari Misi Pencari Fakta Internasional Independen untuk Iran menyebutkan bahwa serangan rudal pada bulan Februari terhadap sebuah sekolah dasar di Minab dan kompleks olahraga di Lamerd merupakan serangan tanpa pandang bulu yang mengakibatkan kematian warga sipil serta kerusakan pada infrastruktur sipil.
AS sebelumnya membantah melakukan serangan di Lamerd dan menyatakan sedang menyelidiki peristiwa di Minab. Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa AS tidak mengakui keabsahan temuan dalam laporan tersebut.
Para pakar juga menemukan bahwa pihak berwenang Iran melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan saat menindak protes massal anti-pemerintah pada bulan Januari.
Mereka menyatakan bahwa pembunuhan oleh aparat keamanan terjadi dalam "skala yang mencengangkan dan belum pernah terjadi sebelumnya" di seluruh 31 provinsi.
Iran belum memberikan komentar mengenai temuan tersebut, namun sebelumnya telah menepis tuduhan adanya pelanggaran hak asasi manusia yang sistematis.
"Warga sipil di Iran terjepit di antara pelanggaran berat hak asasi manusia serta kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh pemerintah mereka sendiri, dan konflik mematikan negara itu dengan Amerika Serikat serta Israel," demikian peringatan misi pencari fakta dalam sebuah pernyataan pada Kamis (17/9/2026).
Untuk laporan terbaru mereka kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB, tiga pakar independen dari misi tersebut menyelidiki dua serangan paling mematikan terhadap warga sipil selama konflik berlangsung.