Share

Istri Presiden Suriah Bersembunyi di London

Adinda Permatasari, Okezone · Selasa 10 Mei 2011 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 10 414 455503 m2rdAURFgx.jpg Asma Assad (Foto: Telegraph)

LONDON – Seiring dengan meningkatnya tindak kekerasan di Suriah, Istri dari diktator Suriah Bashar al-Assad diduga telah terbang ke London bersama dengan ketiga anaknya.

 

Asma Assad (35), yang dianggap sebagai salah satu ibu negara yang paling glamor, diduga telah mendapat peringatan untuk meninggalkan Suriah secepat mungkin.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

 

“Reaksi pertama ibu negara sudah jelas adalah pergi ke London karena keluarganya berada di sana. Evakuasi ibu negara dilakukan secara rahasia, tapi kini dia sudah berada di sana dengan aman bersama dengan tiga anaknya dan dijaga oleh petugas keamanan,” ujar salah satu diplomat tinggi Arab seperti dilansir Telegraph, Selasa (10/5/2011).

 

Sumber tersebut menambahkan, keberadaan ibu negara di London bisa sangat mempermalukan Pemerintah Inggris, jadi hal ini tidak dipublikasikan.

 

Sementara organisasi berita Arab melaporkan bahwa Assad telah berada di London hingga hampir tiga pekan dan hanya sedikit orang yang mengetahuinya.

 

Ayah Assad, seorang konsultan ahli jantung Fawaz Akhras, dan ibunya Sahar Otri, seorang pensiunan diplomat, tinggal di rumah bertingkat besar di Acton Utara, London barat. Namun demikian, tidak ada tanda-tanda keberadaan mereka di rumah itu dan di depan pintu rumah terdapat surat yang tertanggal tiga hari lalu.

 

Para tetangga mengatakan mereka tidak melihat keluarga Akhras selama beberapa hari terakhir, ataupun melihat keberadaan Assad.

 

Assad, yang dikenal saat sekolah dan kuliah dengan nama Emma, dibesarkan di London dan diharapkan dapat membantu mencegah revolusi seperti yang terjadi di Mesir, Tunisia, dan Libya.

 

Dijelaskan baru-baru ini oleh sebuah majalah Amerika Serikat (AS), Assad memiliki dua kewarganegaraan yaitu Inggris dan Suriah.

 

Dengan ayahnya, Assad mendirikan beberapa yayasan amal yang berbasis di London termasuk Yayasan Warisan Suriah.

 

Di Damaskus, Assad tinggal dibawah pengamanan ketat bersama suaminya yang kini menjadi tokoh yang dibenci di Suriah karena menggunakan tentaranya untuk membunuh dan mencederai demonstran.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini