Share

15 Hari untuk Aksi Mogok Makan Anti Korupsi India

Fajar Nugraha, Okezone · Kamis 18 Agustus 2011 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 18 413 493465 PE4iMu5ZAi.jpg Anna Hazare (Foto: AP)

NEW DELHI - Setelah dilarang dan ditahan oleh pihak Kepolisian India, akhirnya Anna Hazare diperbolehkan untuk melakukan aksi mogok makan. Aksi ini merupakan bentuk protes atas merebaknya korupsi di India.

Hazare sepakat dengan Pemerintah India untuk melakukan aksi mogok makan selama 15 hari yang dimulai hari ini. Protes Hazare ini mengundang perhatian Rakyat India yang sudah muak dengan korupsi yang merajalela di Indonesia.

Alhasil, puluhan ribu warga turun ke jalanan New Delhi untuk menunjukan dukungannya kepada pria yang mengaku mengikuti jalan Mahatma Gandhi ini. 

Hazare sendiri mendesak Perdana Menteri India Manmohan Singh untuk merevisi undang-undang reformasi pemerintah. Dirinya menilai undang-undang ini sengaja dibuat oleh PM Singh untuk memasung demokrasi di India.

"Kepolisian New Delhi telah memberikan tawaran baginya melakukan aksi mogok selama 15 hari. Anna (Hazare) menerima tawaran tersebut," ucap pemimpin massa yang menguikuti protes Kiran Bedi, seperti dikutip Guardian, (18/8/2011).

Kepolisian New Delhi menangkap Hazare pada Selasa (16/8/2011) di dalam rumahnya, namun dibebaskan beberapa jam berikutnya. Selama ditahan polisi, Hazare berhenti makan dan menolak untuk meninggalkan penjara serta mendesak polisi mengizinkan dirinya melakukan aksi mogok makan.

Saat dirinya ditahan, ratusan orang mendirikan tenda di luar penjara tempat dia ditahan. Mereka meneriakkan kata "Anna telah menang." Hazare telah tumbuh menjadi aktivis anti-korupsi yang menggunakan taktik perjuangan sama dengan Mahatma Gandhi.

Meski aksinya mendapatkan dukungan oleh rakyat India, kritik justru meningkat. Ini disebabkan kekhawatiran mengenai metode protes yang melakukan aksi mogok sampai tewas. Metode ini dianggap tak ubahnya melakukan pemerasan kepada pemerintah.

PM Singh sendiri mengatakan kepada parlemen bahwa Hazare bebas untuk mengutarakan pendapatnya. Tetapi dirinya dianggap melangkahi kewenangan anggota parlemen dengan memaksa mereka meloloskan undang-undang anti-korupsi versinya sendiri.

"Jalan yang dia pilih untuk memaksakan undang-undangnya terhadap parlemen, telah melenceng dari aturan yang ada. Hal ini tentunya mencoreng langkah demokrasi parlemen negara ini," ucap Singh.

Saat Hazare ditahan, protes pun menyebar ke kota lain di India. Beberapa pengunjuk rasa bahkan membakar boneka yang diumpakan sebagai PM Singh. Sementara peserta protes sendiri berasal dari berbagai lapisan masyarakat India.

Mereka tampak padu menyuarakan anti-korupsi yang telah memuakkan dan membuat 1,2 miliar warga India menderita. Tentunya, protes ini juga menjadi tamparan bagi Pemerintahan PM Singh. Beberapa dari anggota kabinet pilihan Singh, dikabarkan terlibat korupsi dan saat ini masih dalam penyelidikan. 

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini