Share

AS Diguncang Gempa, Warga Panik

Fajar Nugraha, Okezone · Rabu 24 Agustus 2011 07:56 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 24 414 495594 MajwGSlMAP.jpg Warga berhamburan keluar usai gempa (Foto: AP)
MINERAL - Gempa berkekuatan berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR) dikabarkan mengguncang wilayah Pantai Timur Amerika Serikat (AS). Pusat gempa berada tidak jauh dari Washington.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan gempa tersebut berpusat Mineral, Virginia sekira 90 mil sebelah barat daya Washington. Tidak seperti wilayah Pantai Barat AS, wilayah Pantai Timur ini jarang sekali diguncang gempa.
Guncangan gempa yang terbesar sejak 67 tahun ini, mengguncang bangunan dan menimbulkan kepanikan dari Georgia hingga ke Maine pada hari Selasa (23/8/2011) sore waktu setempat. 
Gempa juga membuat warga keluar dari gedung perkantoran di New York, serta sebagian karyawan di Gedung Putih, gedung DPR AS dan Pentagon terpaksa dievakuasi.
Dua reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir North Anna yang berada tidak jauh dari titik pusat gempa, secara otomatis langsung dimatikan aliran lewat sistem keamanan. Sementara di Pentagon suara gemuruh di dalam gedung dan guncangan yang dirasakan membuat pekerja berhamburan keluar.
Sementara akibat gempa gedung DPR AS sempat ditutup sementara. Namun tidak lama kemudian gedung itu dibuka kembali agar pekerja dapat mengambil barang-barang yang mereka tinggalkan saat pergi menyelamatkan diri.
Di Manhattan, gedung pengadilan federal yang tingginya mencapai 26 lantai tampak bergoyang akibat guncangan gempa. Ratusan orang langsung keluar saat gempa itu terjadi. Beberapa dari warga bahkan mengira terjadi serangan teroris baru ke wilayah tersebut.
"Saya kira kami ditabrak lagi oleh pesawat," ungkap seorang warga Marty Wiesner seperti dikutip Associated Press, Rabu (24/8/2011).
Kepala Polisi New York Raymond Kelly sedang berada di dalam gedung Pengadilan Federal Manhattan saat kejadian berlangsung. Saat itu dirinya sedang mempersiapkan rapat keamanan menjelang perayaan 10 tahun serangan 11 September 2001.
Hingga saat ini belum ada laporan korban tewas atau luka dalam gempa ini. Namun katedral nasional yang berada berada di Washington dikabarkan sedikit mengalami keretakan, beberapa lapisan batu dari menara katedral dikabarkan rusak.
Usai gempa, seismologis dari Cornell University Rowena Lohman mengatakan ada dua gempa susulan usai gempa pertama. Namun gempa susulan ini kekuatannya relatif kecil, yakni berkekuatan 2,2 dan 2,8 SR. 

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini