Share

Mantan Pastor Terpilih Jadi Presiden Jerman

Aulia Akbar, Okezone · Senin 19 Maret 2012 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 19 414 595584 M7Vn1Psvni.jpg Foto : Joachim Gauck di depan Parlemen (AP)

BERLIN - Mantan pastor dan juga aktivis HAM dari Jerman Timur, Joachim Gauck, akhirnya terpilih sebagai Presiden Jerman, menggantikan Christian Wulff.

Gauck menang dalam pemilihan presiden yang digelar di Majelis Federal, Bundesrat. Kemenangan yang diraih oleh Gauck merupakan hal yang tak diragukan  dan cukup disambut oleh segenap pejabat di Jerman. Demikian seperti diberitakan Reuters, Senin (19/3/2012).

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Kandidat dari bekas partai kiri Jerman, Beate Klarsfeld, berhasil mengamankan 126 suara, sementara itu kandidat dari partai kanan Olaf Rose  hanya mendapatkan tiga suara. Ketua Parlemen Jerman Norbert Lammert mengatakan bahwa 108 orang abstain dalam pemilihan presiden itu.

Mantan pastor yang kerap mengecam kebijakan Jerman Timur itu berhasil mengamankan mayoritas suara di Bundesrat dan resmi menduduki kursi presiden. Jabatan presiden di negara yang sempat dipimpin Adolf Hitler itu merupakan jabatan simbolis, namun, Presiden Jerman tetap memiliki peranan yang penting.

"Sejujurnya, saya tidak akan dapat merealisasikan segala bentuk harapan yang muncul, namun ada satu hal yang saya bisa janjikan. Saya akan terus berusaha dengan kekuatan dan hati saya," ujar Gauck di depan Bundesrat.

Pria yang tidak memiliki afiliasi politik itu berhasil mendapat dukungan dari banyak partai politik di Jerman setelah Christian Wulff mundur dari jabatan presiden karena kasus skandal. Gauck didukung pula oleh Kanselir Angela Merkel yang sering menyebut Gauck sebagai "guru sejati bagi demokrasi."

Pada Minggu kemarin, Merkel mengatakan, Jerman akan bangga dengan presiden barunya. Merkel yang merupakan putri seorang pastor dari Jerman Timur menilai, terpilihnya Gauck adalah bentuk dari kesuksesan reunifikasi Jerman pada akhir Perang Dingin.

(AUL)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini