Share

Potong Nilai Proyek 25%, Giliran Dinas PU DKI Jadi "Korban" Jokowi-Ahok

TB Ardi Januar, Okezone · Selasa 13 November 2012 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 13 500 717695 q7GLDJrs5B.jpg dokumentasi okezone.com

JAKARTA – Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terus membuat gebrakan pascadilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta belum lama ini.  

 

Mereka kerap memotong nilai anggaran milik dinas-dinas di DKI Jakarta karena dinilai terlalu besar dan pemborosan. Bahkan, mereka juga pernah menolak proposan Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang dinilai tidak penting.

 

Kali ini mereka kembali membuat gebrakan. Adalah Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta yang giliran menjadi korban. Salah satu proyek mereka harus dipotong anggarannya karena dinilai terlalu besar. Hal ini terungkap dalam sebuah video yang diunggah ke dunia maya saat Ahok memimpin rapat dengan Dinas PU pada 8 November 2012 lalu.

 

“Hitungan satuan PU terlalu tinggi jadi saya potong 25 persen dan dikembalikan ke APBD. Ada dua pilihan, nilainya dipotong atau proyek itu dihapus dan akan dibangun menggunakan uang operasional saya,” tegas Ahok dihadapan para petinggi Dinas PU DKI Jakarta.

 

Bahkan, Ahok menantang akan membawa petugas dari KPK dan Kejaksaan jika anak buahnya itu menolak pemotongan nilai proyek sebesar 25 persen. Hal ini dilontarkan Ahok agar semua proyek bisa diawasi secara terang-benderang oleh publik.

 

“Saya orang pemerintahan dan sangat mengerti soal proyek. Dulu waktu jadi bupati saya ditawari 8 persen. Saya melakukan ini karena bapak saya pernah iseng dengan proyek hingga dicoret. Jadi maaf saya agak sakit jiwa kalau menghadapi seperti ini,” tandas politikus Gerindra tersebut.

 

“Jadi kita sepakati dulu. Kalau setuju dipotong 25 persen rapat kita lanjutkan, tapi kalau tak setuju dipotong kita bubar dulu dan tak membuang-buang waktu dengan rapat,” tegasnya lagi.

 

Melihat pernyataan Ahok ini, para pejabat PU DKI nampak hanya bisa terdiam dan tak ada yang protes. Mereka juga terkesan kaget dengan pernyataan Ahok tersebut. Hingga akhirnya, salah satu pejabat PU DKI angkat suara dan menyetujui usulan Ahok tersebut.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini