Share

Ahok Tak Ambil Tunjangan Rp7 Juta Per Bulan

Angkasa Yudhistira, Okezone · Jum'at 22 Februari 2013 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2013 02 22 500 765994 rDN1aQFPz5.jpg

JAKARTA- Selama memimpin jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) akan berupaya transparan kepada warga. Bahkan dia rela memaparkan gaji yang diperoleh pada tiap  bulannya dengan mengunggahnya ke dalam situs pribadinya di www.ahok.org.

"Supaya semua orang tahu, transparan kan. Kalau saya tinggal di rumah seharga sekian, kamu kan tahu penghasilan saya berapa," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Lebih lanjut, mantan Bupati Belitung Timur ini, menjelaskan, sebagai pejabat negara, dirinya tidak diperbolehkan untuk bekerja di tempat lain.

Sementara itu, terkait  adanya tunjangan non pajak yang jumlahnya jauh melebihi gaji yang diperolehnya, Ahok menyatakan takkan mengambilnya. "Kita enggak boleh ambil, kalau ambil salah," katanya.

Berdasarkan PP nomor 69 tahun 2010, diatur jika penerimaan pajak suatu provinsi atau daerah di atas Rp7,5 triliun, maka Gubernur berhak mendapatkan insentif sebesar 10 kali gaji pokok dan tunjangan.

Penerimaan pajak DKI Jakarta sudah mencapai Rp14,8 triliun, artinya Gubernur DKI berhak mendapatkan tambahan insentif sebanyak 10 kali gaji pokok dan tunjangan, yakni sebesar Rp84 juta per tahun atau Rp7 juta per bulan.

Dikalikan lima tahun selama memerintah sebagai kepala daerah, Gubernur DKI dapat mengantongi uang insentif pajak sebanyak Rp420 juta.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini