Share

Di New York, SBY Terima World Statesman Award

Fajar Nugraha, Okezone · Jum'at 31 Mei 2013 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2013 05 31 411 815468 UjqYCPG1cL.jpg SBY saat menerima penghargaan (Foto: AP)

NEW YORK - Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menerima penghargaan negarawan dunia atau biasa dikenal World Statesman Award. Penyerahan anugerah ini diserahkan di kantor yayasan Appeal of Conscience Foundation (ACF) di New York, Amerika Serikat (AS).

Penghargaan yang diberikan oleh yayasan ACF ini merupakan bentuk anugerah kepada SBY yang dinilai mampu mempromosikan kebebasan beragama dan menjaga toleransi di Indonesia. Penghargaan ini diserahkan langsung kepada SBY oleh mantan Menlu AS Henry Kissinger dan Rabi Arthur Schneier.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

"Anda tentunya sadar pekerjaan ini belum selesai. Ini baru sebuah bentuk menuju jalur yang tepat," ujar Rabi Schneier, seperti dikutip Associated Press, Jumat (31/5/2013).

Presiden SBY pun menerima penghargaan tersebut atas nama seluruh bangsa Indonesia. "Sikap negarawan bisa dilakukan secara kolektif. Saya berharap masyarakat yang harmonis dapat diraih dalam kondisi yang damai serta makmur," tutur SBY saat menerima penghargaan tersebut.

Namun penghargaan ini dipenuhi pula dengan kontroversi. SBY dianggap tidak pantas untuk menerima penghargaan tersebut, karena dirinya dianggap gagal menjaga toleransi antar umat beragama. Penolakan ini datang dari dalam dan luar negeri Indonesia.

Kritik awal justru diutarakan oleh filsuf Romo Franz Magnis-Suseno. Romo Magnis bahkan melayangkan sebuah surat langsung kepada ACF dan mempertanyakan dasar pemberian penghargaan ini kepada SBY. Franz melihat rencana pemberian penghargaan kepada SBY hanya akan mempermalukan organisasi itu sendiri.

Sementara kelompok pemerhati HAM internasional, Human Rights Watch (HRW) menilai SBY gagal melindungi kalangan minoritas untuk menjalankan ajaran agamanya. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah serangan terhadap pengikut Ahmadiyah.

"Yang menjadi masalah bagi Yudhoyono adalah keberadaan menteri agama dan menteri dalam negerinya yang terlalu konservatif yang dibawa masuk ke kabinet sebagai bentuk kompromi politik. Selain itu ada kelompok ekstrimis yang bersikap terlalu berlebihan dan banyak politisi yang tidak berani melawan mereka," jelas Direktu HRW Asia John Sifton.

Yayasan ACF sudah memberikan penghargaan ini kepada pemimpin dunia seperti mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher dan Henry Kissinger. Presiden AS Barack Obama mengirimkan surat kepada SBY yang memberikan selamat atas penghargaan tersebut. Ucapan serupa juga disampaikan oleh mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta.

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini