Share

Makanan Kaki Lima di Pelantikan Gubernur Dicek, Ada yang Berformalin

Nugroho Setyabudi, Okezone · Jum'at 23 Agustus 2013 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2013 08 23 512 854255 RPlhLKb4Ax.jpg Petugas Dokkes cek makanan di acara pelantikan Gub Jateng (Foto: Nugroho/Okezone)

SEMARANG - Pemeriksaan di acara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah terpilih, Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko, tidak saja diberlakukan terhadap tamu, makanan pun tak luput dari pengecekan.

Pemeriksaan makanan dilakukan oleh tim BPOM Semarang dan Unit Food Security Bidang Kedokteran Kesehatan (Bid Dokkes), Kedokteran Kepolisian (Dokpol), Polda Jateng.

Mereka mengambil sampel makanan yang disajikan puluhan pedagang kaki lima yang diundang untuk menyajikan makanan di tenda luar areal Kantor Gubernur dan Gedung DPRD Provinsi Jateng.

Setiap pedagang diminta menyerah satu bungkus makanan dan minuman yang mereka sajikan untuk diperiksa di mobil labaratorium bergerak BPOM.

Turyadi, staf bagian pemeriksaan dan penyidikan BPOM Semarang, menjelaskan, pemeriksaan dilakukan untuk mencari apakah ada kandungan bahan kimia berbahaya dalam makanan.

“Kami akan periksa kandungan apakah ada zat pewarna nonkonsumsi, seperti rhodamin A dan B, bahan pengawet seperti boraks dan formalin,” bebernya, Jumat (23/8/2013).

Makanan dan minuman yang diperiksa, di antaranya tahu gimbal, bakso, sate, dawet, dan es buah.

Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan satu jenis makanan yang mengandung formalin sehingga harus ditarik.

Staf BPOM lainnya, Fina Triyanti Hari Utami, mengatakan, mi basah dari lapak bagian Selatan yang diamankan. “Positif formalin mi basahnya. Ini akan kami tarik dan diganti mi kering saja,” ungkapnya singkat.

Sementara itu, pihak Bid Dokkes Polda Jateng menambahkan, pemeriksaan tidak saja dilakukan di depan atau di luar areal, namun juga di makanan yang akan disajikan ke tamu undangan VIP.

”Kami juga periksa di VIP. Kami memeriksa lebih ke unsur racun yang mungkin saja ada di dalam makanan. Arsen dan cyanida adalah dua unsur yang sangat berbahaya bila sampai masuk ke dalam tubuh manusia,” jelas Bripda Iko Asatana, anggota Bid Dokkes Food Security Polda Jateng.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini