Share

BNN: Penyalahgunaan Narkoba Kelompok Pelajar Mencapai 22 Persen

Fiddy Anggriawan , Okezone · Selasa 29 Oktober 2013 18:39 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 29 500 888904 FiGvwyEuEd.jpg Ilustrasi (Foto:Okezone)

Ā JAKARTA - Bahaya penyalahgunaan narkoba terus mengancam kelangsungan generasi muda Indonesia saat ini.

Hasil penelitianĀ Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukan jumlah penyalahgunaan narkoba pada kelompok pelajar mencapai 22 persen, dari total penyalahgunaan narkoba yang berjumlah 4 juta orang. Dari 22 persen itu 50 persen penyalahgunaan merupakan pelajar SMA, SMK dan sederajat.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Direktur Diseminasi Informasi pada Deputi Bidang Pencegahan BNN, Gun Gun Siswadi, menyatakan peredaran gelap narkoba di kalangan pelajar sudah sangat memprihatinkan.

"Saya khawahatir apabila masalah ini tidak segera ditangani secara serius makaĀ akan berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Mau jadi apa bangsa kita kalau generasi mudanya adalah pecandu narkoba," tegas Gun Gun.Ā 

Selain upaya pencegahan, lanjut Gun Gun, pihak BNN juga melakukan upaya Rehabilitasi gratis bagiĀ pencandu dan penyalahguna narkoba. "Kita berharap dengan langkah ini akan menutup pasar peredaran gelap narkoba di Indonesia," ucapnya.

Ā 

Sementara, praktisi dan pemerhati masalah pendidikan saat Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Dedi Dwitagama, masa remaja adalah masa yang paling rentan bagi remaja untuk terlibat dalam menyalahgunaan narkoba.

"Karena pada masa ini, secara psikologis mereka ingin mencari identitas yang sebenarnya menjerumuskan mereka," ungkap Dedi melalui keterangan persnya, Selasa (29/10/2013).

Dia berharap, orang tua dapat mengambil peran dalam membimbing buah hatinya agar memiliki sikap berani menolak penyalahgunaan narkoba. Peran sekolah tak luput dari perhatian Dedi.Ā 

"Sekolah tidak boleh membebani siswa dengan materi-materi pelajaran yang berat dan monoton sehingga menimbul kejenuhan. Fokus dan perhatian siswa harus di arahkan pada ha-hal positif. Sehingga bakat dan kreatifitas siswa tersalurkan. Kalau siswa stres pasti larinya ke hal yang nggak benar," jelas mantan Kepala Sekolah SMK 29 (STM) Penerbangan, Jakarta itu.

(ydh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini