Share

"Ini Bencana Pak, Bukan Tempat Wisata Putar Balik Saja"

Bagus Santosa, Okezone · Minggu 19 Januari 2014 01:25 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 19 500 928300 6PeW9QbeYG.jpg Para pemuda berjaga di ujung jalan lokasi banjir (Foto: Bagus S/Okezone)

JAKARTA - Banyaknya warga yang datang ke Jalan Abdullah Syafei, Tebet, Jakarta, membuat korban banjir gerah. Pasalnya, masyarakat yang kebanyakan datang, hanya sekadar menyaksikan atau mengabadikannya melalui kamera telefeon genggam.

Akses menuju jalan ini pun sudah ditutup menggunakan bangku kayu dan ban bekas. Hal itu untuk menghalau kendaraan yang masuk, terutama untuk mereka yang tidak berkepentingan atau hanya menikmati genangan air itu. Para pemuda pun menyuruh putar balik bagi pengendara yang berniat melewati jalan ini.

"Mau kemana Pak? Enggak bisa lewat," tanya seorang pemuda yang berjaga, Sabtu (18/1/2014).

"Mau lihat-lihat Bang," sahut pengendara motor yang ingin masuk ke Jalan Abdullah Syafei.

"Ini bencana Pak, bukan tempat wisata. Putar balik aja Pak," teriak si pemuda yang berjaga tadi.

Pantauan di lokasi, meskipun hujan rintik-rintik turun di kawasan ini, tidak menyurutkan warga yang sekadar mengabadikan momen itu. Tidak hanya itu, banyak anak-anak yang berenang di lokasi tersebut. Bahkan, ada yang sengaja membawa ban renang.

Untuk informasi, Jalan penghubung Casablanka-Jatinegara ini kebanjiran sejauh satu kilometer dan mengakibatkan jalur tersebut putus. Ketinggian air di jalan ini mencapai satu meter.

Jalan ini tergenang karena luapan air Kali Ciliwung. Air di lokasi ini mulai menggenang sejak hari Senin 13 Januari. Namun pasang surut mengikuti ketinggian permukaan Kali Ciliwung.

Luapan air Kali Ciliwung juga meratakan pemukiman di jalan tersebut. Hampir seluruh Kelurahan Kebon Baru, Tebet, ikut terendam akibat luapan Kali Ciliwung dengan titik tertinggi mencapai tiga meter.

(tbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini