Share

Rano Ancam PNS Dugem Kena Pecat

Batur Parisi, Okezone · Rabu 05 Maret 2014 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 05 340 950196 Ur8E6yVAZr.jpg Wagub Banten, Rano Karno (kanan)/ Foto: dok okezone

SERANG - Wakil Gubernur Provinsi Banten, Rano Karno berjanji akan menindak tegas Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kedapatan terkena razia dan berada di tempat hiburan malam.

"Undang-undangnya jelas bahkan sanksinya jelas, PNS sudah mengetahui itu, pokoknya siap-siap saja terima sanksi,” Kata Rano di Gedung Pendopo Gubernur Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Rabu (5/3/2014).

Ucapan Wagub ini mengarah pada PNS eselon II yang menjabat sebagai kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan Daerah (DPPKD) Banten, Zaenal Mutaqin yang kedapatan berada di tempat hiburan malam dan terjaring razia di kota Jambi pada Kamis 27 Februari lalu.

Namun Rano mengaku belum mengetahui secara ditail soal ada anak buahnya yang terkena razia tersebut. "Jujur saya belum tahu. Tapi kalo saya sudah mendapat laporan resmi, saya prihatin sekali, soal pemecatan saya tidak punya wewenang, tapi siap-siap kena sanksi yah,” sebut Rano pada wartawan.

Seperti yang diwartakan oleh sebuah media lokal Jambi, Tim Gabungan Polda Jambi, Kamis malam 27 Februari lalu, berhasil mengamankan sejumlah orang di pusat-pusat hiburan malam di Kota Jambi, salah satu diantaranya mengaku sebagai Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Banten.

Razia digelar untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba itu dilakukan dengan menyisir beberapa karaoke berkedok salon dan panti pijat yang diduga sebagai tempat tindak penyalagunaan narkoba, diantaranya panti pijat Majestic, Pub Nirwana dan Harisman.

Dalam penggeledahan di salah satu pusat hiburan itu polisi memeriksa laki-laki yang mengaku sebagai Kepala Dinas Pendapatan Banten bersama dua orang teman wanitanya. Dua wanita bersamanya adalah staf kantornya berstatus honorer.

Pria itu kemudian diamankan ke Mapolda Jambi untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan bersama beberapa orang lainnya yang ikut terjaring. Namun hingga kini belum terkonfirmasi kebenaran pengakuan laki-laki itu.

Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah mengatakan, razia merupakan bagian operasi Penyakit Masyarakat (pekat) Siginjai I.

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini