Share

Ahli Geologi UGM: Tiap Gunung Api Punya Dapur Magma Sendiri

Prabowo, Okezone · Rabu 12 Maret 2014 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 12 510 954078 mBnCDJtoSF.jpg Gunung Slamet (Foto: Ant)

YOGYAKARTA - Setiap gunung api memiliki dapur magma sendiri. Aktivitas satu gunung api dengan gunung api lainnya tidak berhubungan satu sama lain. Artinya, peningkatan aktivitas karena dipengaruhi dapur magma suatu gunung api.

"Meningkatnya aktivitas gunung api disebabkan oleh tekanan dari dapur magma, jadi tidak benar satu gunung aktif menimbulkan gunung lain turut meningkat," kata Agung Harijoko, Kepala Program Studi Pasca Sarjana Fakultas Teknik Jurusan Teknik Geologi Universita Gajah Mada Yogyakarta ditemui Okezone di ruang kerjanya, Rabu (12/3/2014).

Proses erupsi dipengaruhi oleh diferensiasi (perubahan) magma melalui jalur retakan yang ada di perut bumi. Jalur retakan ini biasanya menjulang ke atas hingga menembus puncak gunung api.

"Jalur retakan ini ada yang lurus vertikal, tapi ada juga menyamping sehingga muncul frea magmatik yang bersifat eksposif, seperti yang terjadi di pengunungan Lamongan, Jawa Timur," jelasnya.

Biasanya, kata dia, terjadi bila magma bertemu dengan tubuh air di lereng gunung yang memiliki kandungan air tinggi. Karena magma yang panas bertemu dengan air yang dingin, maka terjadi pelepasan gas dari magma yang mengakibatkan letusan.

Meskipun aktifitas tektonik bisa mempengaruhi aktifitas vulkanis gunung, namun aktifitas vulkanis gunung tidak bisa mempengaruhi. "Masing-masing gunung api memiliki dapur makma sendiri," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho merilis beberapa gunung api meningkat statusnya.

Saat ini ada satu gunung status Awas (level IV) yaitu Gunung Sinabung. Selain itu, ada tiga status Siaga (level III), yakni Karangetang, Rokatenda, Lokon.

Sedangkan 19 Gunung berstatus Waspada yaitu Slamet, Kelud, Raung, Ibu, Lewotobi Perempuan, Ijen, Gamkonora, Soputan, Sangeangapi, Papandayan, Dieng, Gamalama, Bromo, Semeru, Talang, Anak Krakatau, Marapi, Dukono dan Kerinci.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini