Share

Cerita Getir Petugas Ambulans di Gaza (2)

Rani Hardjanti, Okezone · Kamis 17 Juli 2014 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 17 412 1014052 WRb7yv7AVF.jpg Cerita Getir Petugas Medis Albuekas Ambulans di Gaza. (Foto: Aljazeera)

GAZA - Sejak Israel menghujani Gaza dengan roket, Ibrahim Abuelkas pun langsung menyusuri jalan-jalan di kota Gaza. Abuelkas yang bekerja sebagai petugas medis di ambulans akan mengevakuasi warga Palestina yang terluka ke rumah sakit.

Namun perjalanan saat mengevakuasi korban bukanlah yang mudah. Para petugas medis ambulans harus menghadapi situasi yang getir dan terikat emosi secara langsung dengan para korban gempuran Israel. Belum lagi situasi yang rawan, sewaktu-waktu Abuelkas pun bisa menjadi korban serangan Israel. Mereka pun kerap terkepung hujan roket maupun yang rusak.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Abuelkas bercerita, dia memiliki pengalaman yang paling buruk dan sangat memilukan. Suatu ketika dia ditugaskan untuk menolong sebuah keluarga bernama keluarga al-Batsh pada 12 Juli. Dia sama sekali tidak menyangka akan menyaksikan peristiwa yang sangat tragis. Setibanya, 18 anggota keluarga Batsh telah tewas dihantam rudal Israel.

Di dalam rumah tersebut, dia menemukan wanita anak-anak orangtua menangis histeris dan dikelilingi orang yang menjerit-jerit. Bahkan ada yang terdiam karena syok.

Albuekas mengakui sangat sulit untuk mengevakuasi korban seperti itu. Sebab bapak lima anak ini harus mengumpulkan bagian tubuh yang terpisah, mengidentifikasikan tubuhnya dan mempersiapkan korban tewas untuk dimakamkan.

"Ini adalah misi emosional yang sangat mengerikan. Kami menemukan semua jenis cedera, kondisi kritis, bagian tubuh yang tertiup angin, kaki diamputasi dan mayat-mayat berserakan," katanya, seperti dikutip Aljazeera, Kamis (17/7/2014).

Dia mengaku sangat khawatir jika terkena rudal atau senjata militer Israel. "Saya takut, rasa takut yang tidak jelas ini menghantui saya," kata Abuelkas, sambil memegang Alquran.

Dia telah memulai pekerjaan sebagai petugas medis Ambulans sejak 2008. Albuekas telah mengalami berbagai macam serangan Israel ke Gaza. Namun, serangan tahun ini sangat berbeda. Seperti apa perbedaannya?

(Bersambung)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini