Share

Perang Bintang Bakal Tersaji di Pemilukada Depok

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Selasa 26 Agustus 2014 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 26 501 1030056 JmhU2i3Knz.jpg Nurul Arifin (foto: Okezone)

DEPOK - Pembangunan Kota Depok, Jawa Barat, yang kian pesat membuat kota administratif itu semakin menjadi incaran para investor. Apalagi, sarana transportasi di Depok mudah diakses dari Jakarta.

"Dekat dengan Ibu Kota Jakarta, banyak juga warga Jakarta yang tinggal di Depok membuat Depok menjadi daya tarik. Belum lagi memang peta politik di Depok itu selalu menarik dalam setiap penyelenggaraan pemilukada," ujar Direktur Puskapol FISIP Universitas Indonesia (UI), Sri Budi Eko Wardani, Selasa (26/8/2014).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menjelang Pemilukada Depok 2015, sederetan tokoh nasional disebut-sebut bakal turun gunung. Perang bintang pun diprediksi tersaji dalam Pemilihan Wali Kota Depok.

Nama-nama yang tidak asing di kancah perpolitikan nasional, seperti Nurul Arifin dari Partai Golkar, Tifatul Sembiring dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Rieke Diah Pitaloka dariย  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), muncul dalam bursa calon.

Dani, panggilan akrab Sri Budi Eko Wardani, menilai, tokoh-tokoh nasional tersebut dipastikan akan menggeser nama-nama lokal yang belakangan muncul.

"Barangkali banyak program atau kinerja kader parpol lokal. Namun, masyarakat banyak tak mengenal entah karena tidak terekspos media atau apa. Nama Ketua DPRD-nya saja belum tentu tahu. Sehingga, warga Depok banyak mengenal tokoh nasional saja," tegasnya.

Dia menambahkan, nama Tifatul akan lebih berat bersaing dengan istri Nur Mahmudi Ismail. Sebab Tifatul kurang menyentuh masyarakat bawah. Sedangkan, istri Nur Mahmudi mempunyai gerbong Majelis Taklim serta PAUD.

"Kalau diadu, istri Nur Mahmudi dan Tifatul lebih unggul istri Nur Mahmudi, tetapi kita tahu selama dua periode PKS menang memang itu adalah loyalis dan kader murni pemilihnya. Bagaimana dengan sekarang, di mana citra PKS terus merosot. Belum masalah korupsi kuota impor daging sapi, hingga poligami," paparnya.

Sementara itu tak menutup kemungkinan nuansa pertarungan di Pilpres antara Koalisi Merah Putih dan kubu pro-Jokowi belum usai. Sehingga, jika Rieke Diah Pitaloka dan Nurul Arivin diadu, maka Rieke akan lebih unggul.

"Karena siapa tahu kemenangan pro-Jokowi ini menular ke Depok, sehingga kalau head to head, Rieke akan lebih unggul," tuntasnya.(fid)

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini