JAKARTA - Komisi III sedang menggelar uji kelayakan dan kepatutan kepada empat calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tapi, dari empat nama yang akan dihadirkan hari ini, dua nama diragukan integritas dan kemampuannya.
"Sepanjang rating yang kita lakukan. Dua calon itu perlu diwaspadai," ujar Kepala Bidang Informasi Publik Kepala Bidang Informasi Publik ICW Adnan Topan Husodo, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (3/12/2007).
Dua calon yang disebut ICW yakni Direktur Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (jampidum) Antasari Azhar dan Rektor Universitas Bhayangkara Jaya Bibit Samad Rianto. Â "Integritas Pak Antasari perlu dipertanyakan! ICW pernah melakukan pengaduan indikasi dugaan korupsi di kabupaten Muna. Waktu itu Pak Antasari menjabat sebagai Kajati di Sulawesi Tenggara. Sampai sekarang Bupati Muna tidak pernah diperiksa meski sebagai saksi. Kenapa? Padahal, bukti-buktinya cukup kuat," sesalnya.
Satu alasan lagi, Adnan melanjutkan, ketika proses wawancara di panitia seleksi, Antasari sempat menawarkan sejumlah uang dalam bentuk dolar kepada wartawan yang mewawancarainya. "Ini adalah problem integritas, motifnya apa? Dugaannya supaya berita-berita yang muncul baik-baik terhadapnya," adu Adnan.
Nama kedua yang perlu diwaspadai menurut ICW adalah Bibit Samad Rianto. Bibit yang mantan pensiunan polisi dinilai sangat kurang pengalaman untuk kasus pemberantasan korupsi. "Yang pernah ditangani Pak Bibit hanya illegal logging," kritiknya.
Bagaimanapun juga, ujarnya, pimpinan KPK harus mempunyai pengalaman. "Kontribusi konkret prestasi ketika calon ini berada dalam institusi masing-masing," singkatnya.
(Ismoko Widjaja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari