PEKANBARU - Serelah melakukan aksi mengentung diri pada alat berat eskapator milik PT RAPP sebagai bentuk kampanye penolakan kerusakan hutan, aktivis pencinta lingkungan hidup dunia Greenpeace melakukan aksi mengikat diri pada empat alat berat milik PT Indah Kiat Pulp And Paper (IKPP).
Sebanyak 12 aktivis dari berbabagi negara yakni Brazil, Belgia, Amerika, Jerman, Filipina termasuk dari Indonesia sendiri mengantungkan diri pada empat alat berat Crane milik perusaahan bubur kertas tersebut yang berada di hutan gambut Perawang, Kabupaten Siak. Riau.
Demikian dikatakan Juru Kampanye Greenpeace Asia Tenggera, Bustar Maitar. Saat ini, aksi yang dimulai dari pagi hingga kini masih terus berlanjut dan memperoleh perlawanan dari pihak keamanan perusaan kayu tersebut.
"Sudah empat aktivis diamankan oleh keamanan perusahaan dan polisi. Namun yang lain masih terus berkampanye dengan cara mengantungkan badan di Crane" kata Bustar kepada okezone, Rabu (25/11/2009).
Aksi ini, kata dia, sama dengan aksi sebelumnya di PT RAPP di Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan belum lama ini yang merusak hutan dengan mengalihfungsikan hutan gambut menjadi konsesi perusahaan.
"Sinar Mas merupakan salah satu perusahaan perusak hutan di Riau. Ini harus segera dihentikan," pungkasnya. (teb)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan