Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PMII Minta Pemerintah Pulangkan TKI

Solichan Arif , Jurnalis-Jum'at, 03 September 2010 |15:21 WIB
PMII Minta Pemerintah Pulangkan TKI
Ilustrasi (Foto: Heru Haryono/okezone)
A
A
A

TULUNGAGUNG - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tulungagung, berseru kepada pemerintah agar segera menarik tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di Malaysia, termasuk tidak melakukan pengiriman lagi ke sana.
 
Bagi PMII, boikot TKI/TKW adalah jawaban atas konflik antara Indonesia dengan Malaysia, yang justru akan menaikkan posisi tawar Indonesia di depan mata pemerintah Malaysia. Sebab, diplomasi setengah hati hanya akan membuat Indonesia dianggap sebagai bangsa yang rapuh dan pengecut.
 
Menurut Ketua PMII Tulungagung Iwan Adi Kusuma, tanpa TKI dan TKW, denyut nadi perekonomian Negeri Jiran dipastikan berhenti.
 
"Sebab, sebagian besar kegiatan ekonomi di sana (Malaysia) melibatkan campur tangan buruh migran dari Indonesia," ujarnya kepada wartawan, Jumat (3/9/2010).
 
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah buruh migran Indonesia yang bekerja di Malaysia secara legal mencapai 1,2 juta-1,8 juta jiwa setiap tahun. Dari jumlah sebanyak itu, 1.000 TKI di antaranya berasal dari Kabupaten Tulungagung, yang pendapatannya mencapai Rp300 miliar per tahun.
 
Aksi yang disuarakan 25 aktivis PMII dilakukan dengan cara mengelilingi Kota Tulungagung. Para aktivis memparodikan sejumlah kasus penganiayaan yang dilakukan aparat Malaysia terhadap buruh migran asal Indonesia.
 
Menurut Iwan, selain protes atas insiden penangkapan tiga petugas Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang terjadi beberapa waktu lalu, pemerintah Indonesia juga harus lebih tegas dalam menangani sejumlah insiden yang kerap terjadi di daerah perbatasan, termasuk menuntut pemerintah Malaysia untuk meminta maaf.
 
"NKRI merupakan harga mati. Presiden harus tegas menuntaskan konflik ini," tegas Iwan.

(Lamtiur Kristin Natalia Malau)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement