2011, Kemendiknas Bangun Sekolah Olahraga

|

Pemain Timnas (Okezone

2011, Kemendiknas Bangun Sekolah Olahraga

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan membangun dua sekolah olahraga tahun depan untuk lebih meningkatkan jumlah dan mutu atlet berprestasi.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengatakan, sekolah akan dibangun di kawasan Sentul dan daerah sekitar Bogor,Jawa Barat. Dana yang akan digelontorkan untuk membangun kedua sekolah olahraga tersebut yaitu antara Rp60-80 miliar.

Mendiknas menyatakan, sekolah tersebut merupakan sekolah alternatif untuk anak berbakat di bidang olahraga. Akan tetapi kurikulum akan dibuat khusus sehingga siswa yang belajar di sana mampu untuk mengimbangi sekolah umum lainnya. “Kurikulum akan dibuat khusus, olahraga tidak akan dibenturkan dengan mata pelajaran lain,” jelasnya di gedung Kemendiknas, Jakarta, Jumat (31/12/2010).

Mantan Menteri Komunikaai dan Informatika ini menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Jenjang yang disediakan hanya di sekolah menengah sementara untuk universitas masih terpisah.

Katanya, pembangunan mulai tahun depan dan beroperasi di tahun yang sama. Mendiknas menyatakan, semua anak dapat mendaftar disekolah olahraga ini tanpa kecuali.

Sementara Sekretaris Direktur Jenderal Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Kemendiknas Bambang Indriyanto menambahkan, pembangunan olahraga di Sentul memerlukan tanah yang sudah ada sertifikatnya. Untuk itu Kemendiknas akan meminta kepada Pemerintah daerah untuk menyediakannya.

Setelah itu dengan dana dari APBN Kemendiknas mulai akan membangun sekolah yang dinmaksud. “Kami tidak menyediakan tanah. Kami minta kepada pemerintah daerah untuk mencari tanah yang tidak bermasalah. Selanjutnya kami yang akan mendanai pembangunannya saja,” jelasnya.

Bambang menjelaskan, saat ini dana tersebut masih dalam Kegiatan dan Anggaran Kemnterian/Lembaga (RKAKL). Kemendiknas akan meminta persetujuan dengan DPR mengenai hal ini. Bambang menyatakan, Kemendiknas akan berkoordinasi dengan Kemenpora mengenai hal ini. “Kami yang akan menyediakan bangunan sementara Kemenegpora akan menyusun kurikulum,” lugasnya.

Bambang menjelaskan, sekolah ini akan menambah jumlah sekolah olahraga yang ada di Indonesia. Selain yang ada di Sentul, sudah ada dua sekolah yang sudah beroperasi yakni satu sekolah olahraga di Ragunan dan satu lagi di Surabaya, tepatnya di Sidoarjo.

Bambang menyatakan, kedua sekolah tersebut sudah banyak mencetak atlet berprestasi. Sekolah ini juga biasa menyalurkan atlet yang akan bertanding di Sea Games.

Anggota Komisi X DPR I Gede Pasek berkomentar, olahraga memang tidak dapat dilepaskan dari dunia pendidikan. Oleh karena itu sinergi antara Kemenpora dan Kemendiknas sudah sepatutnya dilakukan. Terlebih Kemendiknas diguyur dengan dana dari APBN yang tidak sedikit dan tidak dapat dibandingkan dengan anggaran Kemenegpora. “Bisa saja Kemendiknas membantu ataupun disatukan dengan anggaran Kemendiknas,“ usulnya.

Anggaran, sambung I Gede, memang menjadi kendala utama dalam hal mengerek prestasi olahraga. Politisi dari Partai Demokrat ini menambahkan, bagaimana bisa membangun stadion sebagai fasilitas utama bagi para atlet bila anggaran yang ada sangat kecil. Oleh karena itu, pemerintah dan juga masyarakat harus menganggap olahraga bukan lagi sebagai sekedar hobi, tapi sebagai ilmu pengetahuan. “Itu yang akan mendongkrak prestasi,” tandasnya.

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Sambut Pembunuh Sri Wahyuni, Polisi Siaga di Bandara Soekarno-Hatta