Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Warga Korban Gunung Lokon Bingung Cari Biaya Hidup

Dyke Rumbayan , Jurnalis-Selasa, 26 Juli 2011 |09:10 WIB
Warga Korban Gunung Lokon Bingung Cari Biaya Hidup
Keluarga Mecky Palungan dan Syane Undap di Kota Tomohon. (Dok: Sun TV)
A
A
A

TOMOHON- Kembali dari pengungsian bukan berarti penderitaan warga yang bermukim di kaki Gunung Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, berakhir. Namun, mereka dihadapkan dengan masalah baru.

Sebagian warga kini bingung untuk memenuhi biaya hidup, terlebih untuk kebutuhan sekolah anak-anak. Selama dua pekan tinggal di pengungsian, mereka tidak bisa bekerja mencari nafkah. Karena itu mereka terpaksa mencari pinjam uang.

Seperti dialami pasangan Mecky Palungan dan Syane Undap, warga Kelurahan Kinilow Satu, Kecamatan Tomohon Utara.

Mecky sehari-hari bekerja sebagai kondektur bus antar-kota dengan penghasilan Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per hari. Selama tinggal di pengungsian, Mecky tidak lagi bekerja.

Keduanya kini bingung harus memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai empat anak mereka yang masih kecil. Apalagi Syane, sang Ibu, tengah hamil tua. Dokter memperkirakan Syne akan melahirkan dalam sepekan.

”Jadi kami terpaksa pinjam uang untuk kebutuhan hidup,” tutur Syne, Selasa (26/7/2011).

Apalagi saat ini, dua anaknya sudah harus masuk sekolah. Sementara perlengkapan sekolah seperti seragam, tas sekolah, sepatu, dan alat tulis belum terbeli.

Selain bingung memikirkan biaya sekolah, Syane juga bingung untuk biaya persalinan dan perlengkapan bayi.

Saat masih di pengungsian, biaya pemeriksaan kandungan ditanggung oleh pemerintah. Namun setelah kembali dari pengungsian, Syne tidak tahu apakah biaya persalinan juga akan ditanggung Pemkot Tomohon.

Sejak Minggu 24 Juli lalu, sekira 5.000 pengungsi Gunung Lokon diizinkan pulang ke rumah masing-masing. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Minggu malam menurunkan status Gunung Lokon dari Waspada menjadi Siaga. Hingga Selasa ini hanya tersisa 200 lebih pengungsi di Pos Taman Kota Tomohon. Rumah tinggal mereka masih berada di zona bahaya, yakni di bawah 3 kilometer dari Kawah Tompaluan.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement