NGANJUK- Masih ingat dengan Aditya? Bocah asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang menjadi tulang punggung keluarga setelah ibunya lumpuh. Kini bocah berusia enam tahun itu harus kehilangan sang ibu.
Sunarti, sang ibu, menghadap Sang Khalik karena penyakit yang dideritanya sudah semakin parah. Ibunda Aditya meninggal pada Selasa 24 Januari kemarin di RSUD Nganjuk, Jawa Timur.
Sebelum meninggal, Sunarti sempat dirawat 45 hari ke rumah sakit karena menderita decubitus atau pembusukan di punggungnya (berlobang).
Kepala Ruang Bougenvile RSUD Nganjuk, Andri Wicaksono, mengatakan pembusukan terjadi karena Sunarti terlalu lama terbaring di tempat tidur tanpa bisa berganti posisi. Tidak ada yang membantu mengganti posisinya.
Dengan bercucuran air mata, Aditya seakan tak percaya melihat kondisi sang ibu yang sudah membujur kaku. Bocah malang terus menangis karena tak kuat menahan kesedihan dan derita yang dialaminya.
Untuk menenangkan Aditya, petugas panti asuhan yang merawatnya terlihat kewalahan. Pasalnya, kondisi ibunya tidak separah saat ditinggalkan Aditya di panti asuhan.
Setelah kondisinya tenang, bocah mungil itu kembali menemani jenazah sang ibu dan membantu mendorong kereta jenazah keluar dari RSUD Nganjuk.
Ditemani oleh kakaknya, Aditya membawa jenazah sang ibu pulang untuk dimakamkan di pemakaman umum Desa Bandarkedungmulyo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, kampung halaman Sunarti.
Sejak Aditya tinggal ke panti asuhan, kondisi Sunarti yang lumpuh dari hari ke hari semakin memprihatinkan.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.