Sebarkan Paham Ateis di Facebook, PNS Dibui 2,5 Tahun

|

Foto: Ilustrasi

Sebarkan Paham Ateis di Facebook, PNS Dibui 2,5 Tahun

SUMBAR - Bermain main dengan Facebook ternyata bisa menjerat seseorang ke dalam penjara, Alexander Aan, lelaki 30 tahun yang merupakan salah seorang calon pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Daerah Kabupaten Dharmasraya Sumatra Barat, Kamis (14/6/2012) divonis penjara 2,5 tahun kurungan oleh hakim dan denda Rp100 juta rupiah. Dia dinyatakan bersalah karena telah menyebarkan faham ateis (anti Tuhan) serta menodai agama Islam melalui konten akun facebooknya kepada publik di internet.

Vonis yang dijatuhkan hakim pengadilan Muaro Sijunjung ini lebih ringan satu tahun dari tuntutan yang disampaikan jaksa. Kejaksaan Pengadilan Negeri Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya Sumatra Barat sebelumnya menuntut 3,5 tahun penjara.

Pemilik akun Ateis Minang ini mengaku siap menjalani vonis hukuman yang dijatuhkan kepadanya. ”Saya siap menjalani hukuman yang akan saya terima. Bukti yang dinyatakan hakim saya akui benar tapi dari motif yang disampaikan hakim saya tidak setuju,” katanya.

Aan membantah bahwa dia menyebarkan paham Ateis kepada orang lain melalui dunia maya. Dia hanya mengakui bahwa dirinya hanya ingin mendiskusikan secara ilmiah tentang keberadaan Tuhan kepada teman temannya di facebook, bukan bertujuan untuk menyiarkan.

Melalui kuasa hukumnya, Deddi Alparesi mengatakkan bahwa majelis hakim telah mengabaikan fakta-fakta persidangan. Menurutnya, kliennya tidak melakukan penyebaran paham Ateis dalam akunnya tersebut. Dia meminta agar kliennya tidak dihukum melainkan dibina oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

”Kita menilai majelis hakim tidak mempertimbangkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan. Ini sebenarnya saksi yang kami hadirkan telah menyampaikan bahwa terdakwa hanya mengalami kegalauan theologis tidak menistakan agama dan seharusnya terdakwa tidak harus dihukum melainkan dibina oleh Majelis Ulama Indonesia setempat. Klien kami tidak harus dihukum melainkan dibina secara moral dan agama oleh Majelis Ulama Indonesia,” tuturnya.

Menanggapi vonis hakim tersebut, pihaknya menyatakan masih akan pikir-pikir atas hukuman yang diberikan majelis hakim yang dipimpin oleh Eka Prasetya Budi Dharmasraya. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syahrir menyatakan banding atas vonis yang dijatuhkan hakim karena dinilai putusan terlalu ringan dari tuntutannya sebelumnya yakni menuntut 3,5 tahun penjara.

Kini Aan terpaksa menginap di lembaga permasyarakatan Muaro Sijunjung Sumatera Barat guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Impiannya untuk jadi seorang pegawai negeri sipil pun terkubur bersama akun facebooknya karena terancama dipecat dari status kepegawaiannya yang hingga saat ini masih sebagai CPNS Pemda Dharmasraya. 

(sus)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Presiden Nigeria Maju Lagi di Pilpres