POSO - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola mendesak Kapolri, Jenderal Timur Pradopo agar mengevaluasi secara menyeluruh dan berjenjang jajarannya atas serangkaian peristiwa penembakan di Poso yang menewaskan personel kepolisian.
Menurut Longki, kasus penembakan tersebut juga merusak citra Sulawesi Tengah dalam penanganan keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun Longki menjamin serangkaian peristiwa teror tidak mengganggu stabilitas keamanan di Sulawesi Tengah secara menyeluruh .
Kepada wartawan (Jumat, 21/12/2012), dia mengungkapkan jika petinggi kepolisian harus bertanggungjawab atas peristiwa-peristiwa selama ini. Kapolri, sambung Longki, harus berani melakukan evaluasi dan penilaian terhadap kinerja Kapolda Sulawesi Tengah.
Dalam dua tahun terakhir, aksi penembakan di wilayah Sulteng setidaknya telah mengorbankan tujuh anggota Polri yakni penembakan di depan Bank BCA Palu, pembunuhan dua anggota polisi di Dusun Tamanjeka Poso, dan terakhir penembakan yang menewaskan tiga anggota Brimob di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso.
(Tri Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.