JAKARTA - Transisi demokrasi yang sedang terjadi di negeri ini seperti akrobat politik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang seharusnya fokus mengurus tugasnya terkesan ikut berpolitik, dengan menerbitkan tanda kuning dan merah para calon menteri.
“KPK terpancing ikut masuk panggung akrobat politik, lupa dengan tugas pokok dan fungsinya. Lebih baik KPK konsentrasi menyelesaikan kasus korupsi yang sedang ditangani dan sudah diproses menjadi tersangka daripada menjadi bagian dari hiruk-pikuk peta politik yang sedang bergulir dan ramai diperbincangkan oleh media,” ujar Waketum Jaringan Kemandirian Nasional Mohamad Huda, Jumat (24/10/2014).
Tidak fokusnya KPK pada tugasnya, kata Huda, terindikasi dari munculnya kasus tersangka korupsi yang ada di rumah tahanan bisa membawa alat komunikasi. Kemudian ada juga tersangka korupsi yang masih bebas berkeliaran, bahkan masih bisa ikut-ikutan menentukan proses transisi demokrasi di negeri ini.
