JAKARTA - Kecelakaan yang melibatkan gerbong kereta api (KA) Argo Gede jurusan Jakarta-Bandung dengan kereta rel disel (KRD) Ekonomi perjalanan lokal masih menyisakan tanda tanya besar. PT KA pun masih terus mencari penyebab kecelakaan itu.
Kapala Humas PT KA Noor Hamidi mengatakan, pelepasan salah satu gerbong ketika rangkaian KA sedang berjalan merupakan hal yang wajar. Yang menjadi pertanyaan, mengapa gerbong yang dilepaskan tersebut meluncur deras dan menghantam lokomotif KRD.
"Seharusnya, ketika gerbong itu dilepas langsung terkunci. kemudian, setiap gerbong juga memiliki kunci lapis kedua atau pengganjel roda," kata Hamidi kepada okezone melalui sambungan telepon, Minggu (4/11/2007).
Hamidi melanjutkan, kemungkinan awal, tim operasional yang melepas gerbong KA tersebut dalam keadaan panik akibat kebakaran. Sehingga, mereka tergesa-gesa tanpa memeriksa fungsi dari kunci roda gerbong tersebut.
"Mungkin mereka lupa memasang alat pengganjal roda. yang jelas, kami bersama pihak kepolisian masih memeriksa kejadian itu," lanjut Hamidi.
Seperti diberitakan okezone, peristiwa kebakaran KA Argo Gede menjelang Stasiun Cisomang, Purwakarta, berakhir tragis. Salah satu rangkaian KA Argo Gede yang berhasil dilepas dari rangkaian gerbong yang terbakar meluncur deras dan menabrak KA Ekonomi lokal dari arah Bandung di Stasiun Plered, Purwakarta.
Hal itu terjadi karena posisi gerbong yang dilepas berada di ketinggian. Akibat peristiwa itu, 2 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka. Korban luka sebagian besar penumpang KA Ekonomi lokal.
(Fetra Hariandja)