YOGYAKARTA - Memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang jatuh 10 Desember keluarga mahasiswa Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar pagelaran seni, atraksi hingga pelayanan sumpah pocong secara gratis.
Direktur Program Pascasarjana ISI M Dwi Marianto menyatakan, kegiatan gelaran seni tersebut terangkum dalam "Sehari Boleh Gila" selain ditujukan untuk mahasiswa, dosen, kegiatan ini juga terbuka untuk umum.
Khusus menyoal kegiatan program pelayanan sumpah pocong gratis ini, menurutnya, merupakan kegiatan yang serius layaknya konsultasi hukum pada fakultas hukum, konsultasi psikologis pada fakultas psikologi.
"Persoalan sumpah pocong ini, besok merupakan launching, ke depan akan kami buka sewaktu-waktu bahkan 24 jam. Selain untuk pejabat dan petinggi negara juga bagi masyarakat umum. Bagi yang tertuduh maupun dituduh kasus pidana," kata Dwi Marianto, Rabu (9/12/2009).
Dia menjelaskan, program sumpah pocong ini dilatarbelakangi maraknya para pejabat yang senang ambil sumpah. Dan program ini akan terus berjalan hingga waktu yang belum ditentuakan.
"Sekarang banyak sekali pejabat yang main sumpah, tapi sumpah tinggal sumpah saja. Jadi kami berinisiatif menyelenggarakan program ini, agar pejabat maupun masyarakat tidak main sumpah, kalau berani sumpah pocong sekalian," katanya.
Sebagai konsekuensi dalam program tersebut, pihaknya juga sudah menyiapkan seorang shaman atau atau pemimpin prosesi yang setiap saat bisa melakukan prosesi, yang merupakan tokoh masyarakat sekaligus alumni ISI Yogyakarta ini, Ki Ryt Agus Purwantoro.
Terkait acara "Sehari Boleh Gila" ini para civitas akademika Pascasarjana ISI pada saat acara berlangsung akan menggunakan kostum dan baju yang aneh-aneh yang pakaian yang paling diimpikan, serta busana yang sesuai tema kegiatan ini.
(Hariyanto Kurniawan)