Universitas Terbuka Bisa Kuliah via Facebook

Neneng Zubaidah, Jurnalis
Selasa 18 Mei 2010 17:10 WIB
Image : Corbis.com
Share :

JAKARTA - Universitas Terbuka (UT) akan membuka program khusus yang akan menampung calon mahasiswa yang tidak diterima di perguruan tinggi.

Rector UT Tian Belawati mengatakan, tahun ini baru ada 10 perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur yang digandeng untuk menarik lulusan SMA bergabung di UT.

Beberapa perguruan tinggi itu, di antaranya Universitas Cendrawasih, Universitas Mataram, Universitas Haluoleo, Universitas Nusa Cendana, dan Universitas Pattimura.
Dalam waktu dekat ini, kerja sama yang akan terealisasi ialah dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Kata Tian, ada sebanyak 31 program studi di UT yang akan dikerjasamakan dengan universitas-universitas tersebut. “Intinya kami akan merekrut mahasiswa itu langsung dari universitas. Kita akan rangkul dan mensosialisasikan bahwa UT bisa menerima lulusan SMA,” tandasnya ketika ditemui di Seminar Internasional tentang Integrating Technology into Education di Gedung Kemendiknas.

Program bagi lulusan SMA ini dinamai SIPAS 1923 atau Sistem Paket Semester Usia 19-23 Tahun. Para mahasiswa dapat merencanakan lama belajar mereka. Paket yang disediakan beragam mulai 4-8 tahun. "Kita menyediakan alternatif paket. Kan harus fleksibel kalau ingin belajar UT," kata Tian.

Bagi mahasiswa lulusan SMA, paket istimewa yang akan diberikan ialah layanan pembelajaran tatap muka dengan dosen-dosen perguruan tinggi.

Tutorial tatap muka itu akan diberikan sebanyak delapan kali dalam satu semester. Satu kali pertemuan selama dua jam. UT, katanya, ialah perguruan tinggi negeri yang masih mendapat dukungan pemerintah sehingga biaya kuliah ditekan semurah mungkin dengan kisaran Rp20.000 per SKS belum termasuk biaya tutorial. Tian menyebutkan, saat ini terdapat 650.000 mahasiswa UT. Jumlah ini melampaui target 500.000 mahasiswa.

"Di antaranya ada sebanyak 40.000 mahasiswa berusia 24 tahun ke bawah," katanya.

Saat ini terdapat sebanyak 120.000 mahasiswa non-guru di UT. Diantaranya berprofesi sebagai pegawai swasta maupun pegawai pemerintah daerah. Direncanakan, pada tahun 2014 jumlah mahasiswa non-guru ini meningkat menjadi 150.000 orang. "Itu yang ingin kita tingkatkan plus yang berusia 24 tahun ke bawah atau yang baru lulus SMA," katanya.

Tian menjelaskan, pembelajaran di UT memakai metode pembelajaran jarak jauh. Seperti memakai digital library, e-learning. UT juga mengembangkan system berbasis web yang menjadi wadah menaruh bahan ajar sehingga dapat diakses mahasiswa kapan dan di manapun.

Mahasiswa UT, imbuhnya, juga menggunakan fasilitas jejaring sosial seperti Faceboook dan twitter sebagai system belajar informal.

Di kedua jejaring itu, para mahasiswa UT membuat kelompok belajar maya sebagai forum diskusi mengenai pembelajaran yang didapat. “Materi belajar juga bisa di-share di Facebook. Namun teknologi pembelajaran yang kami punya lebih interaktif dibandingkan di jejaring sosial itu,” urainya.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya