JAKARTA- Wacana interpelasi atas insiden penangkapan tiga petugas DKP di perairan Bintan, Riau sudah berembus di Senayan. Adalah Fraksi Partai Golkar yang getol menyuarakannya.
Bahkan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie turut bersuara langsung atas rencana ini. Politisi PDIP Pramuno Anung menyatakan sah-sah saja apabila Golkar mau bermanuver dalam kasus ini.
“Tapi kalau yang lain mau ikut-ikutan ya kurang cerdas,” ungkapnya di gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/9/2010).
Pramono melihat beberapa fraksi di DPR untuk sementara tampak membiarkan para anggotanya melakukan upaya penggiringan hak interpelasi. Namun tetap saja keputusan akhir nanti berada di tangan masing-masing fraksi. “Toh ujungnya keputusan masing-masing fraksi,” ujarnya.
Dalam perspektif Pramono, persoalan Indonesia-Malaysia bukan sekedar masalah penangkapan tiga petugas DKP saja. Tapi ada berbagai persoalan lain yang lebih penting yang harus dilihat secara menyeluruh. “Bahwa kemudian rasa ketidakpuasan memuncak saat barter itu menjadi penyebab,” ungkapnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung upaya interpelasi insiden Bintan. Sementara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melalui Ketua Umumnya Suryadharma Ali menegaskan menolak interpelasi.
(Muhammad Saifullah )