CANBERRA - Lebih dari 10 ribu warga Australia dilaporkan terjebak banjir di bagian timur Negeri Kangguru itu.
Otoritas setempat mengatakan, pihaknya telah meminta ribuan warga untuk meninggalkan rumah serta usaha mereka menuju tempat yang lebih aman. Pihak militer pun telah disiagakan untuk mengangkut kebutuhan darurat jika diperlukan.
"Lebih dari 10 ribu orang terisolasi banjir yang melanda bagian Utara dan Tenggara negara bagian Queensland akibat hujan yang terus menerus turun di wilayah itu," ujar pihak layanan darurat Negara New South Wales seperti dikutip AFP, Jumat, (3/1/2012).
Sementara itu lebih dari 2 ribu orang diperintahkan untuk mengungsi di Kota Moree, New South Wales. Otoritas setempat mengatakan, kota itu tengah bersiap menghadapi kemungkinan banjir kedua yang akan datang dalam beberapa bulan ini.
"Banjir kali ini akan menjadi lebih buruk," ujar Walikota Moree Katrina Humphries.
Untuk membantu warga yang terisolasi pemerintah setempat telah mengerahkan Sebuah pesawat Hercules A Royal Australian Air Force C-130, pesawat ini difungsikan untuk memasok berbagai kepada warga Kota Moree.
Persiapan menghadapi banjir kedua ini dilakukan menyusul laporan yang menyebutkan terjadinya peningkatan volume air di Sungai Mehi dan Gwydir. Naiknya volume air di kedua sungai ini merupakan yang tertinggi selama 40 tahun terakhir.
Sementara itu banjir yang melanda wilayah Utara negara bagian Queensland dilaporkan telah menenggelamkan 15 rumah, setelah Sungai Maranoa meluap di wilayah itu. Bencana ini memaksa sejumlah warga dievakuasi ke pusat-pusat penampungan pengungsi.
Banjir awal tahun ini terjadi setelah satu tahun sebelumnya banjir besar juga melanda negara bagian Queensland dan New South Wales. Akibat banjir besar itu, seluruh tambang dan tanah pertanian serta desa-desa terendam air.
(Rani Hardjanti)