JAKARTA – Keinginan TNI Angkatan Darat memiliki Tank Leopard dari Belanda mengalami banyak kendala. Sehingga pemerintah akan mempertimbangkan ulang rencana pengadaan alutsista pabrikan Jerman itu.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menegaskan, pada mulanya pemerintah berencana membeli tank dari Negari Kincir Angin itu. Namun, pada kenyataannya, pemerintah Belanda masih mengalami kendala persetujuan dari parlemennya.
"Andai Belanda mengalami kesulitan dalam perizinan, maka kemarin Jerman bilang siap mengisi kekosongan dan target kita tetap, sebanyak 100 unit," terang Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (8/3/2012).
Dia meyakini, harga yang ditawarkan untuk tank asal Jerman sangat menjanjikan. Tank asal Jerman yang akan dibeli, bukan barang baru tapi merupakan hasil retrovit tank sebelumnya. “Makanya kita akan tindaklanjuti,” jelasnya.
Kata dia, sebenarnya, produsen tank Leopard adalah Jerman dan saat Indonesia berniat membeli dari Belanda karena harganya murah, sayangnya parlemen di Belanda tidak menyetujui.
Sehingga, pembelian langsung dari pabriknya di Jerman akan dipertimbangkan. Mengapa tetap ngotot untuk memiliki Tank Leopard itu, Pramono berasalan dan meyakini, penggunaan Leopard sangat baik. Terbukti sudah banyak penggunanya.
"Kalau tank lain tidak begitu banyak penggunannya. Jadi kalau ada latihan bisa langsung bersama-sama dengan negara lain," paparnya.
(Amril Amarullah)