WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama berikan ucapan selamat kepada Taur Matan Ruak, yang memenangkan Pemilu Timor Leste. Hari ini, Ruak resmi dinyatakan sebagai presiden baru Timor Leste.
"Saya ucapkan selamat kepada Taur Matan Ruak atas kemenangannya dalam Pemilu Presiden Timor Leste, dan rakyat Timor Leste yang sukses menjalani pemilu yang damai, bebas dan transparan," ujar pernyataan Obama seperti dikutip SBS, Selasa (24/4/2012).
Tidak lupa Obama juga berterima kasih kepada mantan Presiden Jose Ramos Horta yang dianggap berhasil menjaga kedekatan dengan AS, selama dirinya berkuasa.
"Kerja sama antara AS dan Timor Leste akan terus AS. Kami akan terus memberikan dukungan atas upaya Timor Leste yang ingin memperkuat demokrasi dan keamanan, di negara yang masih muda ini," imbuhnya.
Menurut laporan Mahkamah Agung Timor Leste, Ruak menang dengan perolehan suara sebanyak 61,2 persen. Hasil ini mengalahkan rivalnya, Francisco Guterres pada 16 April lalu.
Mahkamah Agung Timor Leste pun mengesahkan penghitungan surat suara dalam pemilu Presiden Timor Leste putaran kedua. Dengan keputusan ini, Taur Matan Ruak resmi ditunjuk sebagai Presiden Republik Timor Leste.
Pria berusia 55 tahun itu akan memimpin negara kecil yang akan ditinggal oleh para pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada 2011 lalu, Ruak mundur dari jabatan yang diemban olehnya, yakni Menteri Pertahanan Timor Leste, untuk mengikuti kampanye pencalonan presiden.
Ada banyak rencana dari Ruak untuk rakyatnya. Salah satu yang sering diutarakannya pada saat kampanye berupa penerapan wajib militer terhadap rakyat Timor Leste.
Ruak yang memiliki nama asli Jose Maria Vasconcelos sempat dituding oleh PBB terlibat dalam kasus penyelundupan senjata di tahun 2006.
Tuduhan itu muncul ketika Timor Leste tengah berhadapan dengan perseteruan antar fraksi. Meski demikian, tidak ada dakwaan yang ditujukan ke Ruak terkait isu tersebut.
(Fajar Nugraha)