JAKARTA - Salah seorang anggota Komisi V DPR, Lazarus, menilai bahwa akar dari permasalahan penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di lereng Gunung Salak, Jawa Barat, beberapa waktu lalu tidak dapat diselesaikan hanya dengan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Menurutnya, Komisi V DPR harus membentuk tim panitia kerja untuk menelusuri penyebab utama dari musibah yang mengorbankan 45 nyawa tersebut.
"Kita rapat seperti ini saja enggak cukup. Saya usulkan supaya kita bentuk panja saja agar dapat ditelusuri," kata Lazarus di sela-sela RDP Komisi V di Gedung DPR, Jakarta, Senin (28/05/2012).
Selain itu, anggota fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mempertanyakan izin pesawat untuk menurunkan ketinggian 10.000 feet ke 6.000 feet. "Itu (turun ketinggian) kok bisa diizinkan," gerutunya.
Seperti diketahui, dalam RDP ini Komisi V memanggil beberapa instansi yang terkait, yakni Kementerian Perhubungan, Kepala BMKG, Kepala KNKT, Direktur Utama Angkasa Pura, serta PT Trimarga Rekatama.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)