Tim MC ITS Berjuang Atasi Hawa Dingin Irlandia

Margaret Puspitarini, Jurnalis
Senin 16 Juli 2012 13:03 WIB
Foto : ITS
Share :

JAKARTA - Tim Maritime Challenge (MC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang akan berlaga di ajang Atlantic Challenge 2012 telah tiba di Bantry, Irlandia sejak Jumat 13 Juli waktu setempat. Namun, tim yang terdiri dari 20 mahasiswa itu merasa terkejut dengan suhu udara di negera tersebut yang sangat dingin.  
Meski berada pada musim panas, suhu udara di Irlandia berkisar antara 14 derajat Celcius dan tidak jarang hujan turun. Maka, tim MC harus mempersiapkan diri guna beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar yang jauh berbeda dengan Tanah Air yang beriklim tropis.
 
Strategi pun disiapkan. Buktinya, tim ini telah stand by di Bantry, Irlandia sejak satu pekan sebelum lomba dimulai pada Sabtu 21 Juli mendatang. Tim MC adalah satu-satunya tim yang berasal dari negara beriklim tropis. ''Dari 16 negara lain yang ikut, hanya kita saja yang berasal dari negara beriklim tropis,'' tutur salah satu anggota Tim MC, Fiqhy Dian Nashrulloh, seperti disitat dari ITS Online, Senin (16/7/2012).
 
Awalnya, lanjut Fiqhy, mereka telah memikirkan kemungkinan suhu dingin itu. Namun prediksi mereka meleset. Mereka tidak mengira suhunya akan serendah itu. ''Kami mengira mungkin suhunya sekira 20 derajat Celcius,'' katanya menambahkan.
 
Untungnya, mereka telah membawa jaket, baju hangat, dan perlengkapan musim dingin lainnya. Namun, perlengkapan tersebut hanya mereka kenakan dalam keadaan darurat. Pasalnya, mereka dilarang mengenakannya kecuali dalam keadaan kepepet alias terpaksa karena sudah terlalu parah hawa dingin tersebut.
 
Sejak tiba di Irlandia, mereka telah berkomitmen untuk melawan dingin tersebut. Mereka hanya mengenakan kaus seolah-olah tidak sedang dalam suhu dingin. Menurut Fiqhy, tindakan itu sengaja dilakukan agar tubuh mereka cepat beradaptasi. ''Kalau tubuh ini dipaksa sejak awal, akan mulai terbiasa,'' ujarnya menambahkan.
 
Dan benar saja, dalam dua hari, mereka telah terbiasa dengan suhu Irlandia yang awalnya tidak bersahabat. Jika tidak dipaksakan, lanjut dia, tubuh akan terlampau lama hanya untuk adaptasi. Hal itu sangat mereka dihindari lantaran Tim MC sangat membutuhkan latihan bersama sang kapal Rojo Segoro selama sepekan sebelum berkompetisi.
 
Tidak disangka, sebuah kabar baik datang dari panitia Atlantic Challange 2012. Menurut panitia, pada saat lomba temperatur wilayah lomba tersebut akan menghangat. Fiqhy dan teman-temannya, cukup lega dengan informasi tersebut. ''Tapi itu juga masih harapan kami,'' imbuhnya.

(Margaret Puspitarini)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya